Potensi Zakat Indonesia Rp9 Triliun

June 24, 2008 at 9:32 am Leave a comment

Jakarta, 4 Juni 2008 14:42

Potensi dana zakat di Indonesia, yang populasi muslimnya sekitar 87 persen, sangat besar, mencapai Rp 9,09 triliun pada 2007, dengan asumsi ada 29,065 juta keluarga sejahtera yang membayar zakat rata-rata Rp 684.550 per tahun per orang.

Estimasi ini dikeluarkan oleh PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) setelah menggelar survei di 10 kota besar di Indonesia dengan tajuk “Potensi dan Perilaku Masyarakat dalam Berzakat” pada akhir 2007.

“Dana zakat di Indonesia cukup besar dan berpotensi sebagai salah satu sumber pendanaan bagi lembaga dan program sosial keagamaan,” kata koordinator program PIRAC Hamid Abidin, di Jakarta, Rabu (4/6).

Tapi, kata dia, sebagian besar dana zakat belum terkoordinasi secara baik, dan mayoritas penyalurannya lewat masjid atau musholla dengan cara-cara konvensional.

Menurut survei PIRAC, pada tahun 2007 terjadi peningkatan jumlah rata-rata zakat yang dibayarkan dalam setahun, yakni menjadi Rp684.550 per orang per tahun. Pada 2004 rata-rata zakat yang disalurkan tiap orang wajib zakat (muzakki) sebanyak Rp416.000 per orang per tahun.

PIRAC juga mendapati tingkat kesadaran muzakki terhadap kewajiban membayar zakat pun meningkat, dari 49,8 persen pada 2004 menjadi 55 persen pada 2007.

Dari angka kesadaran seperti itu, jumlah muzakki yang membayarkan zakat pun bertambah. Pada 2007, sebesar 95,5 persen muzakki yang sadar akan kewajibannya terhadap zakat mengaku menunaikan ibadahnya itu.

“Dengan data seperti ini, kami memperkirakan 55 persen responden sadar kewajiban zakat, dan 95,5 persen muzakki membayar zakat,” katanya.

PIRAC melakukan survei rutin tiap tiga tahun sejak 2001. Survei berbasis rumah tangga ini bertujuan mendeteksi perilaku dan pola perubahan potensi ibadah zakat di Indonesia.
Survei ini melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 10 kota besar, yakni Medan, Padang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado.
Responden yang disurvei adalah Muslim perkotaan yang dianggap memiliki kapasitas dalam berzakat, “Yang punya pekerjaan dan pendapatan tetap serta memiliki barang-barang mewah seperti kulkas, TV, parabola, dan kendaraan bermotor,” kata Hamid.

“Kami melakukan wawancara tatap muka untuk mengetahui tingkat kesadaran dan pola penyaluran zakat pada akhir 2007,” ujarnya.

Selama 10 tahun terakhir volume penggalangan zakat yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) terus bertumbuh pesat. [TMA, Ant]

sumber :http://gatra.com/artikel.php?id=115327

Entry filed under: Berita. Tags: .

Impor Membahayakan Ketahanan Pangan MEREDAM DAMPAK KEMEROSOTAN EKONOMI GLOBAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Posting Terbaru

Categories


%d bloggers like this: