Gaya hidup syari’ah

June 22, 2008 at 9:39 am Leave a comment

Membicarakan gaya hidup, ia menyangkut banyak hal yang terkait dengan perilaku dan aktivitas seseorang dalam lingkungannya yang terkadang karena kebiasaan aktivitas tersebut menyebar hingga terjadilah sebuah budaya yang mempengaruhi banyak orang untuk mengikutinya. Gaya hidup mencerminkan kepribadian seseorang, gaya hidup menjadi standar nilai bagi seseorang untuk mengatasnamakan baginya sesuatu, Sehingga gaya hidup yang dianggap bernilai tinggi adalah gaya hidup yang mengapresiasi (untuk tidak menyebut “mengekor”) nilai modernitas yang kadang kebablasan dan tidak berpijak. Saat ini gaya hidup banyak dicerminkan dari cara berpakaian apakah modis atau tidak, fashionabel atau tidak. Gaya hidup juga banyak dilihat dari bagaimana seseorang makan, menggunakan kendaraan mewah atau tidaknya, tempat rekreasi yang dikunjungi luar negeri atau tidak, tempat makan yang didatangi menyajikan makanan istimewa atau biasa saja bahkan cara berjalanpun dianggap sebuah gaya hidup. Gaya hidup mengendap pada hampir setiap apa yang dilakukan manusia sejak bangun hingga tidur, hingga bangun dan tidur lagi dan begitulah seterusnya sampai menemukan sesuatu yang menjadi cermin bagi gayanya sendiri. Lalu, bagaimanakah sebenarnya gaya hidup didefinisikan…?

gaya hidup merupakan perilaku yang mencerminkan nilai dan tingkah laku seseorang.

a manner of living that reflects the person’s values and attitudes (http://wordnet.princeton.edu/perl/webwn?s=lifestyle).

Ia juga merupakan pola kehidupan seseorang yang dituangkan dalam bentuk ketertarikan, motivasi, aktivitas, pengalaman keingintahuan dan kepercayaan atau keimanan.

……….A persons pattern of living as expressed by their interests, motivations, activities, desired experiences, and beliefs. (http://www.cnr.uidaho.edu/travelerstudy/definitions.htm).

Ada juga yang mengatakan bahwa gaya hidup adalah cara hidup yang dipilih seseorang atau kelompok.

…………….way of life chosen by a person or agroup (www.actewagl.com.au/education/Glossary/default.aspx).

Terlepas dari berbagai definisi tentang gaya hidup ia secara tidak langsung dipengaruhi oleh pandangan seseorang dan juga pola pikir tentang apa yang dijalaninya. Oleh karena itu, berbagai ajaran, idealisme, nilai moral dan norma menjadi tempat ia berjalan melambungkan gaya hidup yang diinginkannya. Maka, jika kita menanyakan bagaimanakah sebenarnya gaya hidup syari’ah? ia adalah sekumpulan nilai-nilai, perilaku, ketertarikan, motivasi, cara hidup seseorang, dan keimanan seseorang yang didasarkan pada syari’ah. Klo di terjemahkan ke bahasa inggris ya kurang lebih begini.

…..syari’ah lifestyle is set of values, attitudes, interests, motivations, way of life, and belief conducted by person based on syari’ah values.

Syari’ah telah mengajarkan banyak hal tentang gaya hidup sejak manusia dilahirkan sampai dimatikan, sejak manusia tidur hingga bangun, sejak manusia ingin beraktivitas. mulai cara makan, minum, berpakaian, cara berjalan, menyapa orang lain, bersilaturrohmi, cara tidur, memilih tempat, bahkan sampai pergi ke toiletpun Syari’ah mengajarkan sesuatunya dengan detail sampai pada cara pandang yang mempengaruhi seseorang dalam mengambil kebijakan. Sehingga pengaruh syari’ah seharusnya menyentuh pada setiap aspek kebijakan baik itu ekonomi, politik, hukum ataupun sosial dan budaya. Gaya hidup syari’ah menjadi cermin yang menggambarkan seseorang. Ia seharusnya menjelma, menelisik kedalam jiwa seseoarang yang mempengaruhi segala tingkah laku dalam setiap aktivitas yang dilakukannya.

Ketika berpakaian syari’ah selalu mengajarkan gaya hidup berpakaian untuk menutup auratnya baik bagi wanita ataupun lelaki, ketika berkonsumsi tidak boleh terlalu kikir dan juga tidak boleh berlebihan, sekaligus tidak boleh memakan hal-hal yang diharamkan, mengharuskan makan hal-hal yang dihalalkan dan dinilai thayyib (menyehatkan, bergizi dan lezat), meninggalkan riba’, selalu menyisihkan sebagian kelebihan harta yang kita miliki untuk yang lebih membutuhkan, cara tidurpun sudah dianjurkan untuk bergaya sesuai dengan yang dianjurkan. Dalam hal ini semua, Rasululloh Muhammad saw telah diturunkan untuk menjadi figur, menjadi pedoman nyata bagaimana beliau bertingkah laku yang patut dijadikan guru …digugu dan ditiru. Jadi, tunggu apalagi mari kita gali referensi yang bersumber dari Sang Nabi, Al-Qur’an Suci dan Hadits Nabi agar kita ngetrend kembali.

Entry filed under: Artikel. Tags: .

Nilai tambah ekonomi kreatif Melihat kembali hakikat pengetahuan dan agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Posting Terbaru

Categories


%d bloggers like this: