Halal dan Thayyib: Indonesia jadilah produsen, jangan hanya konsumen…!!! (dalam rangka memeriakan The 1st IHBF ( Indonesia International Halal Business and Food Expo ) 2010)

By: Wan’s

Beberapa dekade ini, kata halal menjadi suatu hal yang patut diperhatikan dalam industri yang mencakup berbagai bidang makanan, minuman, obat-obatan serta kosmetika. Ia merupakan komponen inti menyangkut bahan baku, proses produksi, proses pengadaan dan packaging sebuah produk. Halal menjadi potensi, peluang sekaligus tantangan bagi kalangan pebisnis untuk meningkatkan kualitas produknya dengan berbasis pada kehalalan sebuah produk. Tak dapat dipungkiri bahwa ada berbagai aspek dalam perilaku konsumen yang mempengaruhi perilaku pembelian. Nah, Bagi umat Islam aspek Halal memiliki pengaruh besar bagi pengambilan keputusan pembelian dan perilaku pembelian. Ia bukan hanya sekedar symbol agama dan bersifat normative, namun saat ini halal sudah menjadi symbol bagi jaminan kualitas, keamanan dan higienitas.

Industri halal saat ini telah berkembang seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk-produk halal. Hingga akhir tahun 2009 pasar produk halal dunia meningkat naik 9,3 persen atau 54 milliar dolar menjadi 634 milliar dolar AS dari sekitar 1,8 milliar penduduk muslim di seluruh dunia1. Pasar terbesar masih didominasi oleh pasar Asia dimana di Asia tenggara kebanyakan penduduknya adalah Muslim. Dinegara Asia, seperti Indonesia, China, Pakistan dan India, rata-rata tumbuh sekitar tujuh persen per tahun dan diperkirakan mencapai dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan, Indonesia sendiri diperkirakan akan terjadi penambahan permintaan produk makanan daging halal mencapai 1,3 juta metrik ton setahunnya. Sedangkan negara Asia lainnya bisa mencapai dua juta metrik ton setahunnya. Sayangnya industri di Indonesia masih banyak yang belum bersertifikasi halal. Misalnya, dari data Perkosmi (Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia) jumlah perusahaan kosmetika dan toiletries di Indonesia berjumlah 744, tetapi menurut LPPOM MUI yang bersertifikat halal baru 23 perusahaan (3 persen). Artinya, 97 persen produk kosmetika yang beredar di pasaran tidak jelas kehalalannya. Dari Data BPS (2006), industri pangan skala besar, sedang, kecil, dan rumah tangga sebanyak 1.209.172. Namun, menurut LPPOM MUI baru tersertifikasi halal 874 usaha (0.070 persen)2.

Lebih ironis lagi, Indonesia selalu dijadikan sasaran tembak bagi pasar produk halal dunia. Tidak dipungkiri, karena memang Indonesia memiliki jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar. Sehingga dalam berbagai forum, sering Indonesia di sebut sebagai “The Largest Market” pasar terbesar. Banggakah kita selalu disebut sebagai pasar terbesar? Itu artinya bahwa kita selalu mengkonsumsi, mengeluarkan pengeluaran dan jarang menghasilkan. Apalagi Indonesia sudah mulai besar pasak daripada tiang. Menurut Direktur Eksekutif Aspidi (Asosiasi Pengusaha Importir daging Indonesia) (24 Juli 2010), Indonesia merupakan pangsa pasar potensial bagi impor produk daging halal. Pasalnya lebih lanjut menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Tetapi pasokan daging dari industri peternakan dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging nasional. Nah, jika Indonesia tidak segera berubah, meningkatkan kemampuanya bertransformasi ke arah produsen produk halal, jelas Indonesia akan sangat berat bersaing dengan negara lain dalam pengembangan Industri halalnya. Indonesia akan kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mencitrakan dirinya menjadi halal hub produk halal dunia. Bahkan Indonesia akan kalah bersaing dengan negara yang minoritasnya muslim seperti Amerika serikat, Australia, kanada, selandia baru, Irlandia ataupun Brasil yang akan mengekspor daging halalnya ke Indonesia karena beberapa lembaganya sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Apakah Indonesia tidak mampu? Tentu mampu. Tetapi butuh komitmen dari berbagai pihak dalam pengembangan Industri halal ini. Indonesia sendiri dengan penduduk muslimnya yang cukup besar yakni sekitar 195,272 juta jiwa pada tahun 2009 atau sekitar 88% populasi penduduk, serta melimpahnya potensi sumber daya manusia yang memiliki kredibilitas dan diakui dunia internasional, dengan kapasitas pakar sains dan teknologi, serta para ulama yang mumpuni, pasti mampu untuk mewujudkan iklim industri halal yang menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan bukan hanya mampu swasembada produk halal, namun juga mengekspornya ke negara lain. Indonesia cukup memiliki perangkat memadai seperti MUI (majlis ulama’ Indonesia), LPPOM MUI (lembaga pengkajian pangan, obat-obatan dan makanan MUI) serta BPOM (Badan pengawas obat dan makanan) yang didukung oleh potensi melimpahnya sumberdaya alam merupakan modal besar yang perlu dioptimalkan agar Indonesia tidak hanya jadi penonton, penikmat tapi juga pemain.

Potensi besar tersebut tidak akan tergali secara optimal, jika berbagai pihak tidak menyamakan persepsi dan menyatukan kekuatan sebagai bagian dari upaya pengembangan industri halal tersebut. Dalam hal ini semuanya harus menyatukan kekuatan, bersinergi baik itu pemerintah sebagai pembuat regulasi, ulama’ sebagai motor penggerak produk halal, pebisnis sebagai penyedia produk halal serta konsumen yang memiliki kesadaran untuk mengkonsumsi produk halal. Sehingga perlu dilakukan edukasi menyeluruh untuk memahamkan konsep halal, proses produksi halal dan pengolahannya serta pola konsumsi, karena Halal jauh sebelum industri ini berkembang sudah menjadi kewajiban muslim untuk memperhatikannya sebagai bagian dari agama mereka, sehingga inti dari penyediaan produk halal juga bukan semata bisnis tapi yang lebih penting lagi adalah upaya menciptakan ketentraman umat dalam berkonsumsi, dan jika timbul multiple effect dari industri sebagai bagian dari potensi besar dalam bisnis, maka itu merupakan bagian dari keberkahan dan karunia yang Allah berikan untuk kemakmuran manusia, tentunya bagi yang mau berfikir. Semoga dengan diadakanya perhelatan akbar The 1st IHBF 2010 (Indonesia International Halal Business and Food Expo 2010) yang diselenggarakan tanggal 23-25 Juli 2010 di Jakarta semakin mengukuhkan Indonesia sebagai produsen produk halal, bukan hanya sekedar konsumen.

1 republikaonline, 2009, Pasar Halal Dunia capai 634 milliar dolar, http://www.republika.co.id/ Pasar_Halal_Dunia_Capai_634_Miliar_Dolar.htm, dipublikasikan 4 mei 2009

2 Republika online, 2008, Indonesia menjadi pusat halal dunia, http://www.republika.co.id/ Indonesia_Menjadi_Pusat_Halal_Dunia.htm, dipublikasikan 28 Desember 2008

July 25, 2010 at 8:10 am Leave a comment

Tujuh jurus jitu perbankan syari’ah menjadi jawara ASEAN

Sejak adanya bank syari’ah di Indonesia yang dipelopori oleh bank muamalat pada tahun 1992, bank syari’ah terus tumbuh dan berkembang. Pada awal operasinya bank syariah belum mendapatkan perhatian optimal, saat itu landasan operasi bank hanya dikategorikan sebagai “bank dengan sistem bagi hasil”, Yang tercermin dari UU No. 7 tahun 1992 tanpa rincian usaha syariah serta jenis-jenis usaha yang diperbolehkan. Kondisi mulai berubah pada tahun 1998, ketika pemerintah dan Dewan Perwakilan rakyat melakukan penyempurnaan UU No. 7 tahun 1992 tersebut menjadi UU No. 10 Tahun 1998, yang secara tegas menjelaskan bahwa terdapat dua sistem dalam perbankan di tanah air (dual banking system) yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah. Kesempatan tersebut disambut hangat oleh kalangan masyarakat, seiring dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman perbankan syariah, berkembang pulalah bank syariah, yang mana sampai tahun 2009 (data BI oktober 2009) telah tercatat Bank Syariah memiliki 3012 jaringan yang terdiri dari: 6 Kantor pusat Bank Umum Syariah yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, dan Bank Panin Syariah. 25 kantor UUS (Unit usaha syariah), 1101 kantor cabang, 1742 office channeling, dan 138 BPRS, serta direncanakan pada tahun 2010 akan berdiri bank umum syariah yang baru yakni BCA Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, BNI Syariah dan Victoria Syariah. Walaupun dibandingkan dengan negeri tetangga perkembangannya tidak secepat yang diharapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan bank syari’ah tumbuh mengesankan. Selain karena faktor demografis Indonesia yang memiliki penduduk sangat besar sekitar 240 juta jiwa dan 80% penduduknya beragama Islam, bank syari’ah juga sudah didukung dengan regulasi yang memadai diantaranya ialah telah disahkannya undang-undang bank syariah, Sukuk atau surat berharga syariah Negara (SBSN) dan penghapusan pajak ganda (double tax) pada transaksi murabahah. Tak salah jika Bank Indonesia dalam Grand Strategi terkait pengembangan pasar perbankan syariah memiliki visi baru pada tahun 2010 untuk menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan Syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%. Walaupun target pada tahun 2009 dengan visi baru menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN dengan pencapaian target asset sebesar Rp 87triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75% tidak tercapai, sedikit meleset ke angka Rp65-67 triliun dengan pertumbuhan 30% atau sekitar 3% dari total pangsa pasar perbankan nasional, Namun setidaknya harapan untuk menjadikan perbankan syariah terkemuka di ASEAN beberapa tahun mendatang bukan sekedar pepesan kosong. Selain itu, positioning baru khas iB sebagai “beyond banking (lebih dari sekedar bank), yaitu perbankan yang menyediakan produk dan jasa keuangan yang lebih beragam serta didukung oleh skema keuangan yang bervariasi, memberikan citra tersendiri untuk dapat menarik golongan masyarakat yang lebih luas. Untuk itu, diperlukan berbagai langkah pengembangan dalam rangka menopang dan mendongkrak pertumbuhan perbankan syariah secara signifikan, menarik golongan masyarakat lebih luas sesuai dengan target yang diharapkan. Berikut langkah-langkah tersebut:

  1. Penguatan Sumberdaya Manusia

Sumberdaya manusia menjadi poin penting dalam pengembangan perbankan Syari’ah. Hal tersebut dikarenakan tantangan perbankan syaria’h ke depan semakin komplek. Apalagi Perbankan syari’ah sudah mempositioning-kan dirinya “lebih dari sekedar bank”. Artinya bank syariah bukan hanya sekedar layanan simpan-menyimpan atau pinjam-meminjam, namun juga mampu menawarkan solusi bagi kebutuhan nasabah dengan menyediakan ragam produk dan jasa keuangan yang didukung dengan skema keuangan yang lebih bervariasi dengan tetap mengedepankan substansi Syar’i. Sehingga dibutuhkan sumberdaya manusia yang memahami konsep Maqashid Syari’ah, transaksi syari’ah dan perilaku syari’ah, namun juga memiliki wawasan luas terhadap produk dan praktek perbankan syari’ah. Sumberdaya yang hanya copy paste dari bank konvensional lalu di edit dengan design syari’ah harus diperkuat dengan landasan yang memadai, sehingga sumberdaya syari’ah dipersiapkan menjadi sumberdaya tangguh yang memahami konsep dan praktek transaksi syari’ah secara komprehensif.

2.Inovasi produk

Inovasi produk mutlak dilakukan agar perbankan syari’ah mampu menggaet berbagai segmen, mampu menyediakan ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, menyediakan produk yang memiliki kesan modern. Prinsip transaksi syari’ah menjadi landasan utama dalam melakukan inovasi produk. Nama Produk perbankan syari’ah tidak harus memakai bahasa arab yang sulit dipahami. Produk yang inovatif, merupakan produk yang mudah dipahami oleh konsumen-nya, memenuhi harapan nasabahnya dan memberikan perspektif baru bagi nasabahnya. Selain itu, produk perbankan syari’ah harus mampu memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan produk perbankan konvensional.

3.Pengembangan infrastruktur Perbankan Syari’ah

Untuk menyajikan produk perbankan syari’ah yang menarik, produk perbankan syari’ah harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, seperti: dukungan teknologi informasi dan komunikasi, sumberdaya yang kompeten serta fasilitas dan jaringan yang memadai, sehingga membuat nasabah nyaman dan tentram untuk melakukan transaksi perbankan syari’ah.

4.Program pemasaran terpadu

Saat ini fasilitas, jaringan serta variasi produk perbankan syari’ah sudah tidak kalah dengan bank konvensional, namun kurangnya sosialisasi dan komunikasi pemasaran yang mengena membuat produk-produk dan fasilitas perbankan syari’ah kurang dikenal. Banyak masyarakat yang masih mengira produk perbankan syari’ah hanya berbasis bagi hasil dan bebas riba’, fasilitasnya masih kalah dengan bank konvensional. Padahal, cepatnya perkembangan perbankan syari’ah menuntut para praktisi mengembangkan fasilitas perbankan syari’ah setara dengan bank konvensional bahkan lebih baik. Oleh karena itu, sosialisasi harus lebih ditekankan pada peningkatan citra perbankan baru yakni lebih dari sekedar bank serta luasnya jaringan dan lengkapnya fasilitas. Promosi dan komunikasi harus menjangkau masyarakat lebih luas, terbuka bagi semua segmen masyarakat.

5.Orientasi ke sektor riil

Sinergi terhadap sektor riil merupakan ciri khas berbagai prinsip transaksi syari’ah. Substansi berbagai transaksi mengindikasikan dukungannya terhadap sektor riil. Sehingga porsi terbesar seharusnya dialokasikan untuk sector tersebut. Sebagai sektor yang diharapkan mampu meraup banyak tenaga kerja dan mendorong semangat wirausaha, bukan dialokasikan ke sektor financial ataupun dititipkan ke SBI dengan suku bunga tinggi.

6.Dukungan regulasi yang memadai

Regulasi yang memadai menjadi penting agar akselerasi perbankan syaria’h bisa lebih cepat serta memiliki daya saing tinggi karena dukungan regulasi. Agar produk perbankan syari’ah memiliki legitimasi dan pijakan yang kuat, sehingga bisa meningkatkan daya saing industri perbankan syari’ah yang semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

7.Meningkatkan pelayanan dan profesionalisme

Pelayanan yang ramah sangat menentukan pilihan masyarakat dalam memilih bank syari’ah. Isu emosional bahwa bunga bank adalah riba’ sudah tidak bisa lagi dijadikan tameng. Perbankan syaria’h harus mengedepankan layanan prima dan professional pada konsumen. Mengaplikasikan pelayanan perbankan syaria’h dengan dimensi CARTER (Compliance with Islamic Law (ketaatan terhadap syari’ah), Assurance (Jaminan), Reliability (keandalan), Tangible (bukti fisik), Emphaty (empati), dan Resposiveness (tanggap)).

Tentu saja ambisi untuk menjadi jawara ASEAN perlu disiapkan dengan matang, digodok di padepokan perbankan syari’ah dengan sinergi yang kuat berbagai stakeholder perbankan syari’ah. Selain itu, faktor internal ataupun eksternal serta kondisi makro perekonomian juga sangat mempengaruhi keberhasilan tersebut. Sehingga kesiapan dalam menghadapi segala kemungkinan mutlak diperlukan.

July 25, 2010 at 7:21 am Leave a comment

Daftar yang terkaya

dibawah ini merupakan daftar serba kaya di dunia ini, nah….udah dizakatin blm…? “jangan sampai harta itu berputar hanya pada orang-orang tertentu saja”….”ambillah dari sebagian harta mereka, yang akan menbersihkan dan mensucikan mereka”….

Serba Terkaya di Dunia 2009
Tahun lalu gelar orang terkaya di dunia masih dipegang oleh Warrent Buffet dan tahun ini gelar tersebut berpindah tangan (lagi) kepada Bill gates, sang pendiri Microsoft. Krisis global mau tidak mau ikut menyumbang perubahan daftar tersebut baik dari susunan peringkatnya dan jumlah kekayaan mereka. Dari daftar 731 miliuner tersebut hanya ada satu miliuner yang tidak kehilangan kekayaannya tahun ini. Dan hanya ada 3 orang asal Indonesia. Siapa dia?

Secara kolektif, kekayaan para miliuner top dunia dinilai menurun. Gates yang tahun lalu menduduki posisi ketiga dengan kekayaannya sebesar US$ 58 miliar ini kini berada di posisi puncak dengan kekayaan ‘hanya’ US$ 40 miliar. Sedangkan posisi kedua diraih Warren Buffett dengan kekayaan US$ 37 miliar. Padahal tahun sebelumnya ketika menduduki posisi puncak, kekayaan Buffett mencapai US$ 62 miliar.

Taipan telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim, meraih posisi ketiga dengan kekayaan US$ 35 miliar, turun dari posisi kedua di tahun sebelumnya dengan kekayaan US$ 60 miliar.

Secara kolektif, tiga miliuner terkaya dunia ini kehilangan US$ 68 miliar dari tahun lalu hingga 13 Februari 2009 ketika Forbes mengumpulkan data untuk menyusun daftar orang terkaya di dunia yang biasa dirilis tiap tahun.

Kekayaan bersih para miliuner dunia turun dari US$4,4 triliun menjadi US$2,4. Sedangkan jumlah mereka turun dari 1.125 menjadi 793. Dari kehilangan itu 18 di antaranya meninggal dunia dan 373 lainnya nasibnya kurang beruntung sehingga kekayaannya berada di bawah level seorang miliuner.

“Ini pertama kali sejak 2003 kita kehilangan para miliuner. Tetapi kita belum pernah kehilangan mereka sebanyak ini,” ujar editor senior Forbes, Luisa Kroll.

Inilah fakta-fakta lainnya dari daftar yang dikeluarkan Forbes tersebut:

* New York menjadi kota terbanyak yang menjadi tempat tinggal para miliuner itu (sebelumnya Moskow)

* Rusia kehilangan hampir dua pertiga miliunernya, dan India lebih dari separuhnya.

* Satu-satunya miliuner yang tidak kehilangan uangnya adalah Michael Bloomberg asal New York

* Miliuner termuda dalam daftar tersebut adalah pemuda Jerman Albert von Thurn und Taxis yang masih berusia 25 tahun dengan kekayaan US$ 2,1 miliar.

* Hanya ada tiga orang asal Indonesia yang ada di list tesebut yaitu: Michael Hartono (US$ 1,7 miliar) di peringkat 430, R. Budi Hartono (US$ 1,7 miliar) di peringkat 430 juga, dan Peter Sondakh (US$ 1,0 miliar) di peringkat 701.


Siapa kepala negara terkaya di dunia?

Ditulis oleh infosyiah di/pada 0, April 9, 2007

Siapa kepala negara terkaya di dunia?

Apakah Anda mengetahui berapa gaji kepala-kepala negara di dunia? Atau katakan berapa besar kekayaan mereka? Tentunya, mereka sendiri tidak akan mengatakan seberapa besar kekayaannya. Tapi, majalah Forbes mengakui kalau tahu semua tentang kekayaan mereka. Mau tahu? Berikut ini laporan Forbes.

Raja Abdullah dari Arab Saudi menduduki tempat teratas dengan kekayaan 21 miliar dolar. Urutan kedua Syaikh Khalifa bin Zayed al-Nahyan Amir Emirat Arab dengan kekayaan 19 miliar dolar. Amir Dubai Syaikh Muhammad bin Rashid al-Maktum dengan kekayaan 14 miliar dolar berada pada peringkat ketiga. Setelah mereka, Ratu Liechtenstein (4 miliar), Albert II dari Monako (1 miliar) dan lain-lain.

Dari kesemua kepala-kepala negara dunia, kepala negara Arab meraih peringkat pertama hingga ketiga. Karena hasil minyak langsung masuk ke pundi-pundi keluarga raja. Sebagai contoh, keluarga raja Saudi baik yang punya kerjaan atau yang nganggur setiap bulannya mendapat gaji dan jumlah mereka mendekati angka 8 ribu orang.

Setiap orang dapat berapa, merupakan rahasia kerajaan. Cukup sebagai perbandingan, paling apesnya keluarga kerajaan mendapat bagian perbulan sebesar 10 ribu dolar. Ditambah lagi mereka mendapat pelayanan gratis untuk listrik, telepon dan tiket pesawat![infosyiah]

gw cm bs bilang CK..CK..CK.. :why:

kit_coolboy:
10 Negara Terkaya Di Dunia
Nih gan ane abis gugling,,eh dapet info 10 negara terkaya di dunia dilihat dari GDP(Gross Domestic Product)-nya.
Langsung aja ya gan

diklik gan (Click to Hide)
10 Negara terkaya di dunia:
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara terkaya di dunia dengan GDP mencapai US$ 12,46 triliun. Nih wajar aj nih negara bisa jadi SuperPower,,tuh karena GDP-nya yang ajiiib :why:

2. Jepang
Posisi kedua ditempati negara Aia timur ini. jepang memiliki GDP US$ 4,51 triliun. Gila, padahal nih negara pernah hancur lebur oleh bom atom, tapi bisa menjadi negara terkaya :thumb:

3. Jerman
Sama halnya seperti jepang, jerman juga pernah mengalami masa sulit ketika mereka terpaksa dibagi 2 untuk Uni sovyet dan USA. baru tahun 1990an mereka bergabung kembali menjadi 1 negara. Jerman memiliki GDP US$ 2,78 triliun.

4. Inggris
Biarpun pun nih negara pernah menjajah hampir 1/3 belahan dunia,,,tapi tidak membuatnya menjadi negara terkaya didunia. Inggris berada diurutan ke 4 dengan GDP S$ 2,19 triliun.

5. Perancis
Negara yang terkenal dengan gaya ciumannya itu:matabelo: memiliki GDP US$ 2,11 triliun.

6. Italia
Negara yang terkenal akan Sejarah kekaisarannya ini memiliki GDP S$ 1,72 triliun.

7. Spanyol
Spanyol memiliki GDP US$ 1,124 triliun

8. Kanada
Negara di utara Amerika Serikat ini walaupun bertetanggaan dengan USA tidak membuat GDP mereka menjadi tinggi. Kanada memiliki GDP US$ 1,115 triliun.

9. Brazil
Sebenarnya dilihat dari kondisi sosial masyrakatnya, brazil masih dikategorikan negara berkembang sama halnya seperti Indonesia. namun Brazil memiliki besaran angka GDP yang cuku fantastis yaitu US$ 794,10 miliar.

10. Korea Selatan
Negara ini juga bernasib sama dengan jerman,,hanya saja negara ini hingga saat ini masih tetap terpisah dengan negara sejirannya, korea utara. Korea selatan memiliki GDP US$ 787,62 miliar.

Nah,,bagaimana dengan Negara kita? Negara kita masih berada diurutan 15,,lumayan lah,,dibandingkan tetangga kita yang hanya berada diurutan 38, tapi belagunya minta ampun:nohope:
Yang unik adalah tidak ada 1 negara Afrikapun yang berada dalam daftar 15 negara terkaya didunia, mungkin karena gemar perang kali yak :benjol:
Nah bagaimana pendapat kalian? :prof:

kit_coolboy:
15 Tokoh Fiksi Terkaya di Dunia
Lihat Gambar
Copyright Forbes

Sabtu, 26 Juli 2008
Saat batasan antara dunia maya dan dunia nyata jadi semakin kabur, layak jika para tokoh dalam dunia fiksi pun berhak diakui keberadaannya. Misalnya saja tokoh paman Gober dalam serial Donald bebek. Hampir semua anak tumbuh bersama tokoh kaya raya yang pelitnya minta ampun ini. Siapa sangka kalau tahun 2007 kemarin, paman Gober tercatat memiliki kekayaan terbesar di antara tokoh-tokoh fiksi lain. Berikut adalah rincian 15 tokoh fiksi terkaya versi majalah Forbes.

1. Paman Gober/ Scrooge McDuck

Paman Gober bukanlah keturunan orang kaya. Saat masih kecil ia bahkan sempat menjadi tukang semir sepatu. Namun karena kegigihan dan tentunya keberuntungannya, ia akhirnya berhasil menjadi milyuner. Warga Duckburg berusia 80 tahun ini tercatat memiliki kekayaan sebesar US$28,8 milyar dari hasil tambang dan kegemarannya berburu harta karun.

2. Kaisar Ming/ Ming The Merciless
Penguasa tunggal planet Mongo yang merupakan musuh besar Flash Gordon ini bisa jadi memiliki kekayaan yang tak terbatas jumlahnya. Namun karena sebagian besar masih diragukan karena dianggap kekayaan planet Mongo, maka ia terpaksa harus rela berada di posisi kedua dengan total kekayaan sebesar US$20,9 milyar. Duda berusia 74 tahun yang mendiami Mingo City ini mendapatkan kekayaannya dari hasil teknologi dan tentunya dari perbudakan.

3. Richie Rich
Walaupun baru berusia 10 tahun, Richie Rich yang tinggal di Richville ini sudah menduduki peringkat ketiga jajaran tokoh fiksi terkaya. Dengan jumlah total kekayaan sekitar US$16,1 milyar yang didapatnya dari warisan orang tuanya, Richie Rich sering kali terlalu memanjakan teman-temannya. Misalnya saja saat ia mengusung gunung es dari kutub utara ke rumahnya hanya agar teman-temannya dapat bermain ski es di sana.

4. Mom
CEO sekaligus pemilik 99,7% saham dari MomCorp ini berada di posisi ke-4 jajaran tokoh fiksi terkaya. Dari perusahaan yang bergerak di banyak bidang termasuk pembuatan robot dan senjata ini saja ia berhasil mengumpulkan kekayaan hingga US$15,7 milyar.

5. Jed Clampett
Milyuner yang tinggal di Beverly Hills ini mendapat kekayaannya dari sebuah kejadian tak diduga. Saat, secara tak sengaja, Jed menemukan tambang minyak, maka saat itu pula lah keberuntungannya berubah. Dari hasil tambang minyak dan beberapa bank miliknya, pria berusia 51 tahun ini berhasil mengumpulkan kekayaan sebanyak US$11 milyar.

6. C. Montgomery Burns
Pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Springfield sekaligus majikan dari Homer Simpson ini mungkin tak terlalu disukai oleh bawahan maupun rekan bisnisnya. Namun dari hasil PLTN Springfield saja, pria berusia 104 tahun yang tinggal di Springfield AS ini berhasil menimbun kekayaan hingga mencapai US$8,4 milyar.

7. Carter Pewterschmidt
Pemilik bisnis media dan perusahaan baja ini adalah teman baik Bill Gates dan Michael Eisner. Dari hasil warisan keluarga dan kedua bisnisnya ini Carter berhasil mengumpulkan kekayaan sebanyak US$7,2 milyar dan berada di urutan ke-7 dari 15 tokoh fiksi terkaya di dunia.

8. Bruce Wayne
Pewaris Wayne Enterprise ini mungkin lebih dikenal sebagai Batman. Keuntungan Wayne Enterprise meningkat drastis saat satelit mata-mata buatannya dibeli oleh pemerintah AS. Dari keuntungan bisnis ini, Bruce yang tinggal di Wayne Manor berhasil memperoleh kekayaan hingga mencapai US$7 milyar.

9. Thurston Howell III
Pemilik Howell Industries ini sempat diselidiki oleh pemerintah karena diduga memalsukan data untuk pajak. Namun setelah tuduhan ini ditarik, nilai saham Howell Industries kembali meningkat dan menghasilkan banyak uang untuk pria berusia 60 tahun ini. Data menyebutkan bahwa pria yang lebih suka tinggal menyendiri di pulau pribadinya ini memiliki kekayaan sekitar US$6,3 milyar.

10. Tony Stark
Pria lajang berusia 35 tahun yang punya reputasi sebagai playboy ini adalah pemilik Stark Industries. Hubungan erat antara Stark Industries dengan pihak militer AS membuahkan keuntungan yang lumayan besar buat pria yang punya identitas rahasia Iron Man ini. Kabarnya, kekayaan Tony mencapai nilai US$6 milyar dan menempatkannya di posisi ke-10 tokoh fiksi kaya versi majalah Forbes.

11. Fake Steve Jobs
Parodi dari Steve Jobs yang asli ini juga termasuk dalam jajaran tokoh fiksi terkaya. Dengan kekayaan yang ditaksir bernilai sekitar US$5,7 milyar, ia berhasil menduduki peringkat ke-11 versi majalah Forbes ini. Sumber penghasilan pria berusia 52 tahun ini diduga berasal dari Walt Disney Co. dan usahanya di bidang teknologi.

12. Gomez Addams
Pria berusia 51 tahun ini memang punya keberuntungan besar. Beberapa investasi yang ditanam pria ini justru menghasilkan harta berlimpah buatnya. Misalnya saja saat ia membeli sebuah rawa-rawa yang ternyata berisi kandungan minyak dan menghasilkan uang dalam jumlah besar buat Gomez. Kabarnya nilai kekayaan pria yang tinggal di Westfield, New Jersey ini mencapai US$2 milyar.

13. Willy Wonka
Pendiri perusahaan permen Wonka ini mungkin memang jenius. Buktinya permen-permen buatannya seperti Wonka Bars dan Everlasting Gobstoppers laris bak kacang goreng. Dari bisnis permen ini saja pria berusia 57 tahun ini berhasil mengumpulkan kekayaan senilai US$1,9 milyar.

14. Lucius Malfoy
Pria berusia 51 tahun ini memang punya reputasi yang sangat buruk. Setelah berhasil meloloskan diri dari penjara Azkaban dan menjadi tak tersentuh oleh hukum, pria ini mulai mencoba untuk menekuni dunia bisnis. Dari hasil warisannya saja pria ini memiliki kekayaan sekitar US$1,6 milyar.

15. Princess Peach
Pewaris tahta Mushroom Kingdom ini tercatat pernah menikah dengan seorang tukang ledeng bernama Mario dari perusahaan Mario Brothers. Wanita berusia 23 tahun yang menderita trauma karena terlalu sering diculik ini memiliki harta sekitar US$1,3 milyar.

15 tokoh fiksi di atas dipilih karena memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan Forbes. Kriterianya adalah bahwa tokoh tersebut harus benar-benar fiksi, memiliki peran dalam sebuah narasi cerita, dan harus terkenal sebagai orang kaya baik di dunia mereka maupun di dunia nyata. Harta kekayaan masing-masing tokoh ini dinilai berdasarkan nilai kekayaan di dunia mereka yang kemudian dibandingkan dengan nilai kekayaan tersebut pada dunia nyata sesuai dengan nilai pada penutupan bursa saham tanggal 10 Desember 2007. (forbes/roc)

kit_coolboy:
20 Pemain Sepak Bola Terkaya di Dunia
Written by madmax
Wednesday, 15 April 2009

David BeckhamBaru-baru ini majalah forbes merilis pemain sepak bola yang paling kaya. Berapa sich penghasilan mereka selama tahun 2008 dan siapa aja tuch yang dianggap paling kaya. Ternyata peringkat pertama pemain sepak bola yang berpenghasilan paling gedhe menurut versi forbes adalah David Beckham, pemain Los Angles Galaxy yang sekarang dipinjamkan ke AC Milan dengan penghasilan USD 46 juta atau Rp. 506 miliar… weleh… weleh… weleh… tuch duit apa duit ya…

Penghasilan Beckham ini jauh diatas Ronaldinho pemain dari AC Milan berasal dari Brazil yang menempati peringkat kedua dengan penghasilan “hanya” USD 33 juta atau sekitar Rp. 363 miliar. Untuk peringkat ketiga masih ditempati pemaik kawakan juga yaitu Thiery Henry yang berpenghasilan USD 28 juta atau sekitar Rp. 308 miliar.

Daftar lengkap 20 pemain sepak bola terkaya versi majalah forbes

1    David Beckham    Rp.  506 M
2    Ronaldinho    Rp.  363 M
3    Thierry Henry    Rp.  308 M
4    Kaka    Rp.  232 M
5    Cristiano Ronaldo    Rp.  231 M
6    Lionel Messi            Rp.  198 M
7    Frank Lampard    Rp.  198 M
8    Wayne Rooney    Rp.  198 M
9    John Terry            Rp.  198 M
10    Steven Gerrard    Rp.  198 M
11    Michael Ballack    Rp.  165 M
12    Ronaldo                    Rp.  165 M
13    Fabio Cannavaro    Rp.  165 M
14    Francessco Totti    Rp.  165 M
15    Zlatan Ibrahimovic    Rp.  154 M
16    Andriy Shevchenco    Rp.  154 M
17    Rio Ferdinand            Rp.  154 M
18    Didier Drogba            Rp.  132 M
19    Raul Gonzalez            Rp.  132 M
20    Del Piero                    Rp.  121 M

dikutip dari :

http://nimbuzzer.net/out-of-topic/daftar-orang-terkaya-di-dunia-2009/?wap2

July 5, 2009 at 4:26 pm Leave a comment

Islam Bicara Ekonomi Kerakyatan…?

Sejak pasangan capres-cawapres mulai mendeklarasikan dirinya, program yang paling mendapat sorotan dari khalayak adalah visi ekonomi. Visi ekonomi pasangan capres-cawapres memiliki porsi besar untuk diperhatikan karena ia menyangkut kesejahteraan suatu negara, kesejahteraan rakyat banyak dan kemandirian bangsa. Pihak-pihak tersebut saling mengklaim bahwa diri mereka memiliki visi ekonomi kerakyatan dan membantah jika disebut mengusung program neoliberalisme, tetapi konsep ekonomi kerakyatan yang seperti apa?detail operasionalnya perlu menunggu penjabaran mereka saat kampanye pemenangan pilpres. Saat ini marilah coba kita telurusi kondisi Indonesia, semuanya mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya sumberdaya alam, hutannya menjadi paru-paru dunia, lautan luas membentang dengan kekayaan biota laut yang besar, negara agraris dengan wilayah pertanian yang luas, negara kepulauan dengan kekayaan sumberdaya berlimpah dan beragam. Namun, jika dilihat kondisi ekonominya Indonesia memiliki hutang yang banyak, pengangguran yang besar dan kemiskinan yang belum terselesaikan. Jadi sebenarnya dimanakah kesalahan dari visi yang diusung selama ini? sebuah visi ekonomi yang diharapkan mampu mensejahterakan ekonomi rakyat mengentaskan kemiskinan. Tulisan ini tidak akan bicara mana yang salah ataupun benar, namun hanya sekedar ingin menawarkan sebuah gagasan ekonomi yang terinspirasi dari nilai-nilai islami, barangkali ini menjadi tawaran yang bisa dijadikan solusi bagi permasalahan bangsa yang ingin rakyatnya sejahtera lahir dan batin.

Pertama, membicarakan masalah kemiskinan maka nilai-nilai Islam menganjurkan pelaksanaan mekanisme zakat untuk dioptimalkan distribusinya dalam mengentaskan kemiskinan. dimana jika ditelaah lebih lanjut konsep zakat merupakan sebuah kewajiban bagi muzakki (orang yang mampu menunaikannya). Sifatnya yang obligatory rule membuat pihak berwenang diharuskan mengambil ke rumah bagi yang tidak membayar zakatnya padahal ia mampu. Zakat dikenakan atas pendapatan dan harta yang telah memenuhi syarat. Selain itu mekanisme zakat memiliki kekhususan sistem distribusi dimana proses distribusi tidak ditujukan untuk keperluan lain, hanya yang disebut dalam Al-Qur’an mereka yang disebut Al-asnaf as-tsamaniyah (8 bagian) yang memiliki hak sebagai mustahik (orang yang dikenai zakat) yaitu : faqir, miskin, amil (mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya, Gharimin (orang yang banyak berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya), Fisabilillah (mereka yang berjuang di jalan Allah), Ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal sedang ia dalam perjalanan di jalan kebaikan). Jika kita menela’ah lebih lanjut Indonesia memiliki pontensi zakat yang besar yang belum teroptimalkan, yaitu 19,3 triliun pertahun. Sayangnya, potensi tersebut belum mampu dioptimalkan. Hingga kini, baru sekitar lima persen dari potensi zakat itu yang mampu terjaring Badan Amil Zakat (BAZ) serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tersebar di Tanah Air. Itu artinya, baru sekitar Rp 925 miliar dana zakat setiap tahunnya yang mampu dikumpulkan BAZ dan LAZ di Indonesia (replubika.co.id, 29/04/09). Belum lagi potensi infak, shodaqoh dan wakaf. Wakaf dalam Islam adalah sebuah sistem yang memiliki keunikannya sendiri, nilai pokok wakaf tidak boleh habis seperti halnya zakat, infaq ataupun shodaqoh. Sehingga nilai wakaf akan selalu bertambah. Menurut Mustafa Edwin, Ketua Pasca Sarjana Ekonomi Syariah UI, potensi wakaf tunai di Indonesia diperkirakan bisa mencapai Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun per tahun. potensi wakaf tersebut tidak habis dan akan terus bertambah. Jika tahun ini bisa mendapatkan ada Rp 3 triliun, maka mungkin lima tahun kemudian meningkat sampai mencapai Rp 15 triliun, dan terus akan meningkat seiring kesadaran masyarakat dalam mewakafkan hak miliknya. Sebuah potensi yang luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan. Dimana harta wakaf tersebut bisa digunakan untuk investasi jangka panjang seperti membangun sekolah gratis, rumah sakit gratis, peningkatan standar hidup hunian kumuh, membantu pendidikan anak yatim piatu, menciptakan lapangan kerja yang penting untuk menghapus kemiskinan dan lain sebagainya. Bahkan di beberapa negara sudah menerapkan wakaf produktif dengan menggandeng investor-investor untuk sebuah usaha yang produktif. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja perlu dioptimalkan apalagi disentralisasikan secara langsung oleh pihak pemerintah menjadi sebuah kebijakan, maka akan menjadi kekuatan yang besar dalam mengentaskan kemiskinan.

Kedua, membicarakan masalah sumberdaya alam, Indonesia memiliki potensi minyak, gas, dan sumberdaya tambang lain yang besar, Rosulullah saw bersabda : rakyat berserikat dalam tiga hal : air, api, dan udara. Hadits ini mengisyaratkan bahwa pemiliki kekayaan alam sebenarnya adalah rakyat. Nah, seharusnya air yang turun dari langit dan terpancar dari bumi, segala sumberdaya yang menghasilkan api seperti minyak, gas dan bahan tambang lainnya serta segala sesuatu yang memanfaatkan udara seperti gelombang untuk telekomunikasi dikelola oleh negara dengan harga yang semurah-murahnya. bidang-bidang tersebut sepenuhnya harus dikelola oleh pemerintah, serta membuat bidang-bidang tersebut perusahaan BUMN yang dikelola secara profesional, transparan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat banyak. Disini seharusnya sektor-sektor tersebut tidak selayaknya diprivatisasi jika terjadi pembagian saham, maka saham pemerintah tetap harus lebih besar, agar kebijakan yang diambil oleh pemegang saham diprioritaskan untuk keuntungan rakyat dan bukan untuk keuntungan individu. Indonesia memiliki cadangan minyak yang besar, namun selama ini hampir semua sumur minyak di Indonesia di kuasai oleh korporasi minyak asing yang merupakan perusahaan multinasioanal, selebihnya dikelola oleh Pertamina dan sedikit pengusaha nasional dalam skala kecil. Dibidang pertambangan Indonesia juga merupakan negara kaya, memiliki cadangan emas yang banyak, timah yang berlimpah dan bahan tambang lainnya. Namun lagi-lagi kebanyakan perusahaan tambang dikuasai asing. Indonesia hanya mendapatkan pajak dan royalti yang sangat sedikit dibandingkan penghasilan besar berkalilipat yang perusahaan asing peroleh. Sepatutnya pemimpin-pemimpin negeri ini merefleksikan kembali apa yang dilakukan oleh Rosulullah saw sebagaimana dikemukakan oleh An-Nabhani berdasarkan pada hadis riwayat Imam at-Turmidzi dari Abyadh bin Hamal. Dalam hadis itu, disebutkan bahwa Abyad pernah meminta kepada rasul untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. Rasul meluluskan permintaan itu, tetapi segera diingatkan oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, tahukah Anda, apa yang Anda berikan kepadanya? Sesungguhnya Anda telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma’u al-‘iddu).” Rasulullah kemudian bersabda, “Tariklah tambang tersebut darinya.”


Ketiga, Dalam sektor keuangan Islam menganjurkan untuk menghindari riba’ dan menganjurkan jual beli. Yang berarti bahwa sektor riil lebih dianjurkan dalam Islam. Hal ini juga ditunjukkan dalam berbagai sistem transaksinya seperti mudharabah, musharakah, murabahah, ba’i al-istishna’ dan lain sebagainya yang menyaratkan adanya dua orang yang bersepakat untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan, proyek ataupun bisnis tertentu serta mengharuskan adanya barang yang akan dijadikan sebagai objek transaksi. Hal ini memungkinkan terhindarnya transaksi spekulatif dari berbagai transaksi derivatif yang memunculkan bubble economy, sebuah sistem yang dirasakan kelemahannya saat ini, saat terjadi krisis global. Sebuah fakta yang mencengangkan dari sistem ribawi adalah bahwa transaksi riil ternyata lebih kecil dimana nilainya sekitar 50 milliar dolar dibandingkan dengan transaksi keuangan, perdagangan kertas yang nilai transaksinya mencapai 600 milliar dolar. Islam menjadikan uang bukan komoditas, namun uang adalah alat tukar dan penambah nilai yang tidak bisa diperdagangkan. Sektor finansial harus lebih bersinergi dengan sektor riil. Islam melarang merebaknya riba’, lebih menganjurkan jual beli dan menganjurkan loss and profit-sharing dalam transaksinya.

Keempat, masalah pengangguran menjadi perhatian yang besar dalam Islam sebuah kisah dari Rosulullah saw bisa dijadikan inspirasi dalam membuat kebijakan, Diceritakan oleh Anas radhiyallohu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki Anshar mendatangi Rosulullah saw kemudian meminta sesuatu kepada beliau. Maka Rosulullah berkata :”Adakah di rumah Tuan sesuatu? “ lelaki Anshar itu menjawab : “Ya, masih ada hils (pakaian tebal), sebagian kami pakai dan yang lain kami gunakan untuk tikar, serta satu buah bejana untuk minum”. Rasulullah lalu berkata lagi, “berikan barang-barang itu kepadaku!”. Maka kedua barang tersebut diambilnya lalu diberikan kepada Rosulullah. Kemudian Rosulullah saw mengambil kedua barang tersebut dengan tangan beliau sendiri sambil berkata, “siapa yang mau membeli barang ini?”seorang laki-laki menjawab, “saya yang membelinya dengan harga dua dirham”. Maka kemudian kedua barang itu diberikan kepada lelaki tersebut, sementara Nabi menerima dua dirham tersebut lalu memberikan kepada lelaki Anshar itu sambil berkata,”yang satu dirham belikanlah makanan dan bagikanlah kepada keluargamu, sedangkan yang satu dirham lagi belikan kapak lalu datanglah kemari! Kemudian (lelaki itu membeli kapak) dengan membawa kapaknya lelaki itu datanglah menemui Rasulullah. Beliau mengambil sebilah kayu dan beliau sendiri membuatkan tangkai kapaknya dan kemudian menyerahkan kepada lelaki Anshar itu sambil berkata, “Pergilah mencari kayu bakar dan juallah. Aku tidak ingin melihatmu selama lima belas hari” lelaki Anshar itu benar-benar melaksanakannya dan baru kembali menemui Rasulullah setelah memperoleh sepuluh dirham. Uang itu sebagian untuk membeli pakaian dan sebagian lagi untuk membeli makanan. Kemudian Rasulullah berkata, “Ini lebih baik bagimu daripada engkau datang meminta-minta, yang akan mendatangkan titik hitam di wajahmu pada hari kiamat”.

Kisah ini memberikan pelajaran pada kita bahwa untuk menyelesaikan pengangguran diperlukan inisiatif dari para pemimpin untuk mencoba memberikan fasilitas yang mampu menghasilkan kail-kail bukan sekedar ikan, tapi kail untuk memancing ikan yang lebih banyak bahkan lebih besar. Berikanlah kepada rakyat-rakyat yang menganggur suatu alat, modal usaha, barang untuk diusahakan yang dapat dikelola dan dikembangkan dengan bimbingan dan pelatihan memadai. Pelatihan berupa ketrampilan tertentu, manajemen pengelolaan serta pemasaran untuk meningkatkan kualitas produksinya. Daripada sekedar memberikan ikan hasil pancingan yang cepat habis termakan. Maka pemberian fasilitas produktif, penyediaan lapangan kerja yang menyerap tenaga yang banyak lebih diutamakan.

Kelima, Tentang utang, Rosulullah saw sangat berhati-hati dengan utang bahkan Rosulullah sendiri sebagai pemimpin saat itu menjamin rakyatnya yang berutang untuk ia lunasi saat meninggalnya. Karena utang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Islam tidak melarang berhutang, berhutang dilakukan ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang tidak terelakkan, namun transaksi hutang bukanlah transaksi bisnis, dalam islam dikenal dengan transaksi tabarru’, sehingga diusahakan berhutang dari sumber-sumber yang terbebas dari nilai-nilai ribawi. Dalam Konteks Indonesia utang yang menggunung ini diakibatkan hutang yang mengandung nilai riba, dimana sistem ekonomi hutang ribawi ini mengharuskan negara penghutang untuk membayar hutangnya ditambah bunga hutang pada saat jatuh tempo dalam keadaan apapun, apakah pinjaman mereka menguntungkan atau tidak. Kewajiban membayar hutang ini jelas akan menurunkan nilai Rupiah akibat keharusan kita untuk membayar hutang dalam bentuk nilai mata uang asing. Ketidakmampuan untuk membayar hutang ketika jatuh tempo akan menyebabkan bunga hutang akan semakin membengkak dari waktu ke waktu, apalagi pemerintah harus membayar bunga atas bunga (interest on interest) yang belum terlunasi. Apalagi jika pinjaman yang kadang dibahasakan dengan istilah “bantuan” ini digunakan untuk membiayai sektor-sektor non-produktif ataupun terjadi kebocoran akibat praktek kolusi dan korupsi, jelas utangnya akan semakin bertambah. Lebih ironis lagi jika bantuan luar negeri ini dijadikan sebagai senjata politik untuk mengintervensi kebijakan politik negara-negara pemberi utang untuk mencapai tujuan mereka. Maka, utang yang memiliki motif seperti ini harus dihindari. Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak berhutang asal kita semua berusaha, bahu-membahu untuk berpikir memanfaatkan sumber daya alam Indonesia pada hal-hal yang lebih produktif.

Itulah sedikit dari beberapa poin penting yang terinspirasi nilai-nilai Islam. Terlepas dari apapun nama sistem ekonominya yang jelas inspirasi dari Islam perlu dipertimbangkan dan dikaji lebih lanjut sebagai upaya dan langkah maju untuk mensejahterakan rakyat.

June 20, 2009 at 3:39 am Leave a comment

Desa

Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )

Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Walau lahan sudah menjadi milik kota
Bukan berarti desa lemah tak berdaya
Desa adalah kekuatan sejati
Negara harus berpihak pada para petani

Entah bagaimana caranya
Desalah masa depan kita
Keyakinan ini datang begitu saja
Karena aku tak mau celaka

Desa adalah kenyataan
Kota adalah pertumbuhan
Desa dan kota tak terpisahkan
Tapi desa harus diutamakan

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Tapi tengkulak tengkulak bergentayangan
Tapi lintah darat pun bergentayangan
Untuk apa punya pemerintah
Kalau hidup terus terusan susah

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Desa harus jadi kekuatan ekonomi

Klik dibawah ini untuk melihat Klipnya

June 29, 2008 at 2:50 am 5 comments

Negara

Negara
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )

Negara harus bebaskan biaya pendidikan
Negara harus bebaskan biaya kesehatan
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak

Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap

Kenapa tidak ?
Orang kita kaya raya
Baik alamnya
Maupun manusianya

Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya

Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudera hidup
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini

Negara negara
Negara harus seperti itu
Bukan hanya di surga di duniapun bisa

Negara negara
Negara harus begitu
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada sang sepi

Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan

Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Selain Tuhan

–>Klik dibawah ini untuk mendengarkan lagunya

Playing/Iwan Fals – Negara.Codes

Indo Music Code provided by musik-live.net

June 28, 2008 at 1:48 pm Leave a comment

Grameen foundation

Breaking Through Poverty with Microfinance

Grameen foundation yang didirikan Prof. Mahmud Yunus telah membantu banyak penduduk miskin.

June 27, 2008 at 6:08 pm 1 comment

Older Posts


Posting Terbaru

Categories