<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi Islam</title>
	<atom:link href="http://islamiceconomics.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://islamiceconomics.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Ingin Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 08:10:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='islamiceconomics.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ekonomi Islam</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://islamiceconomics.wordpress.com/osd.xml" title="Ekonomi Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://islamiceconomics.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Halal dan Thayyib: Indonesia jadilah produsen, jangan hanya konsumen…!!!  (dalam rangka memeriakan The 1st IHBF ( Indonesia International Halal Business and Food Expo ) 2010)</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2010/07/25/halal-dan-thayyib-indonesia-jadilah-produsen-jangan-hanya-konsumen%e2%80%a6-dalam-rangka-memeriakan-the-1st-ihbf-indonesia-international-halal-business-and-food-expo-2010/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2010/07/25/halal-dan-thayyib-indonesia-jadilah-produsen-jangan-hanya-konsumen%e2%80%a6-dalam-rangka-memeriakan-the-1st-ihbf-indonesia-international-halal-business-and-food-expo-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 08:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Halal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[By: Wan’s Beberapa dekade ini, kata halal menjadi suatu hal yang patut diperhatikan dalam industri yang mencakup berbagai bidang makanan, minuman, obat-obatan serta kosmetika. Ia merupakan komponen inti menyangkut bahan baku, proses produksi, proses pengadaan dan packaging sebuah produk. Halal menjadi potensi, peluang sekaligus tantangan bagi kalangan pebisnis untuk meningkatkan kualitas produknya dengan berbasis pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=108&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P.sdfootnote { margin-left: 0.5cm; text-indent: -0.5cm; margin-bottom: 0cm; font-size: 10pt } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		A.sdfootnoteanc { font-size: 57% } 		A.sdfootnotesym-ctl { font-family: "Traditional Arabic", "Times New Roman" } -->By: Wan’s</p>
<p>Beberapa dekade ini, kata <em>halal</em> menjadi suatu hal yang patut diperhatikan dalam industri yang mencakup berbagai bidang makanan, minuman, obat-obatan serta kosmetika. Ia merupakan komponen inti menyangkut bahan baku, proses produksi, proses pengadaan dan <em>packaging</em> sebuah produk. <em>Halal</em> menjadi potensi, peluang sekaligus tantangan bagi kalangan pebisnis untuk meningkatkan kualitas produknya dengan berbasis pada ke<em>halal</em>an sebuah produk. Tak dapat dipungkiri bahwa ada berbagai aspek dalam perilaku konsumen yang mempengaruhi perilaku pembelian. Nah, Bagi umat Islam aspek <em>Halal </em>memiliki pengaruh besar bagi pengambilan keputusan pembelian dan perilaku pembelian. <em>Ia </em>bukan hanya sekedar symbol agama dan bersifat normative, namun saat ini <em>halal</em> sudah menjadi symbol bagi jaminan kualitas, keamanan dan higienitas.</p>
<p>Industri halal saat ini telah berkembang seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk-produk halal. Hingga akhir tahun 2009 pasar produk halal dunia meningkat naik 9,3 persen atau 54 milliar dolar menjadi 634 milliar dolar AS dari sekitar 1,8 milliar penduduk muslim di seluruh dunia<sup><a name="sdfootnote1anc" href="#sdfootnote1sym"><sup>1</sup></a></sup>. Pasar terbesar masih didominasi oleh pasar Asia dimana di Asia tenggara kebanyakan penduduknya adalah Muslim. Dinegara Asia, seperti Indonesia, China, Pakistan dan India, rata-rata tumbuh sekitar tujuh persen per tahun dan diperkirakan mencapai dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan, Indonesia sendiri diperkirakan akan terjadi penambahan permintaan produk makanan daging halal mencapai 1,3 juta metrik ton setahunnya. Sedangkan negara Asia lainnya bisa mencapai dua juta metrik ton setahunnya. Sayangnya industri di Indonesia masih banyak yang belum bersertifikasi halal. Misalnya, dari data Perkosmi (Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia) jumlah perusahaan kosmetika dan toiletries di Indonesia berjumlah 744, tetapi menurut LPPOM MUI yang bersertifikat halal baru 23 perusahaan (3 persen). Artinya, 97 persen produk kosmetika yang beredar di pasaran tidak jelas kehalalannya. Dari Data BPS (2006), industri pangan skala  besar, sedang, kecil, dan rumah tangga sebanyak 1.209.172. Namun, menurut LPPOM MUI baru tersertifikasi halal 874 usaha (0.070 persen)<sup><a name="sdfootnote2anc" href="#sdfootnote2sym"><sup>2</sup></a></sup>.</p>
<p>Lebih ironis lagi, Indonesia selalu dijadikan sasaran tembak bagi pasar produk halal dunia. Tidak dipungkiri, karena memang Indonesia memiliki jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar. Sehingga dalam berbagai forum, sering Indonesia di sebut sebagai “The Largest Market” pasar terbesar. Banggakah kita selalu disebut sebagai pasar terbesar? Itu artinya bahwa kita selalu mengkonsumsi, mengeluarkan pengeluaran dan jarang menghasilkan. Apalagi Indonesia sudah mulai besar pasak daripada tiang. Menurut Direktur Eksekutif  Aspidi (Asosiasi Pengusaha Importir daging Indonesia) (24 Juli 2010), Indonesia merupakan pangsa pasar potensial bagi impor produk daging halal. Pasalnya lebih lanjut menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Tetapi pasokan daging dari industri peternakan dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging nasional. Nah, jika Indonesia tidak segera berubah, meningkatkan kemampuanya  bertransformasi ke arah produsen produk halal, jelas Indonesia akan sangat berat bersaing dengan negara lain dalam pengembangan Industri halalnya. Indonesia akan kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mencitrakan dirinya menjadi <em>halal hub</em> produk halal dunia. Bahkan Indonesia akan kalah bersaing dengan negara yang minoritasnya muslim seperti Amerika serikat, Australia, kanada, selandia baru, Irlandia ataupun Brasil yang akan mengekspor daging halalnya ke Indonesia karena beberapa lembaganya sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.</p>
<p>Apakah Indonesia tidak mampu? Tentu mampu. Tetapi butuh komitmen dari berbagai pihak dalam pengembangan Industri halal ini. Indonesia sendiri dengan penduduk muslimnya yang cukup besar yakni sekitar 195,272 juta jiwa pada tahun 2009 atau sekitar 88% populasi penduduk,  serta melimpahnya potensi sumber daya manusia yang memiliki kredibilitas dan diakui dunia internasional, dengan kapasitas pakar sains dan teknologi, serta para ulama yang mumpuni, pasti mampu untuk mewujudkan iklim industri halal yang menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan bukan hanya mampu swasembada produk halal, namun juga mengekspornya ke negara lain.   Indonesia cukup memiliki perangkat memadai seperti MUI (majlis ulama’ Indonesia), LPPOM MUI (lembaga pengkajian pangan, obat-obatan dan makanan MUI) serta BPOM (Badan pengawas obat dan makanan) yang didukung oleh potensi melimpahnya sumberdaya alam merupakan modal besar yang perlu dioptimalkan agar Indonesia tidak hanya jadi penonton, penikmat tapi juga pemain.</p>
<p>Potensi besar tersebut tidak akan tergali secara optimal, jika berbagai pihak tidak menyamakan persepsi dan menyatukan kekuatan sebagai bagian dari upaya pengembangan industri halal tersebut. Dalam hal ini semuanya harus menyatukan kekuatan, bersinergi baik itu pemerintah sebagai pembuat regulasi, ulama’ sebagai motor penggerak produk halal, pebisnis sebagai penyedia produk halal serta konsumen yang memiliki kesadaran untuk mengkonsumsi produk halal. Sehingga perlu dilakukan edukasi menyeluruh untuk memahamkan konsep halal, proses produksi halal dan pengolahannya serta pola konsumsi, karena <em>Halal</em> jauh sebelum industri ini berkembang sudah menjadi kewajiban muslim untuk memperhatikannya sebagai bagian dari agama mereka, sehingga inti dari penyediaan produk <em>halal</em> juga bukan semata bisnis tapi yang lebih penting lagi adalah upaya menciptakan ketentraman umat dalam berkonsumsi, dan jika timbul <em>multiple effect</em> dari industri sebagai bagian dari potensi besar dalam bisnis, maka itu merupakan bagian dari keberkahan dan karunia yang Allah berikan untuk kemakmuran manusia, tentunya bagi yang mau berfikir. Semoga dengan diadakanya perhelatan akbar  The 1st IHBF 2010 (Indonesia International Halal Business and Food Expo 2010) yang diselenggarakan tanggal 23-25 Juli 2010 di Jakarta semakin mengukuhkan Indonesia sebagai produsen produk halal, bukan hanya sekedar konsumen.</p>
<div id="sdfootnote1">
<p><a name="sdfootnote1sym" href="#sdfootnote1anc">1</a> republikaonline, 2009, Pasar Halal Dunia capai 	634 milliar dolar, http://www.republika.co.id/ 	Pasar_Halal_Dunia_Capai_634_Miliar_Dolar.htm, 	dipublikasikan 4 mei 2009</p>
</div>
<div id="sdfootnote2">
<p><a name="sdfootnote2sym" href="#sdfootnote2anc">2</a> Republika online, 2008, Indonesia menjadi pusat 	halal dunia, http://www.republika.co.id/ 	Indonesia_Menjadi_Pusat_Halal_Dunia.htm, 	dipublikasikan 28 Desember 2008</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=108&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2010/07/25/halal-dan-thayyib-indonesia-jadilah-produsen-jangan-hanya-konsumen%e2%80%a6-dalam-rangka-memeriakan-the-1st-ihbf-indonesia-international-halal-business-and-food-expo-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh jurus jitu perbankan syari’ah menjadi jawara ASEAN</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2010/07/25/105/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2010/07/25/105/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 07:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Sejak adanya bank syari’ah di Indonesia yang dipelopori oleh bank muamalat pada tahun 1992, bank syari’ah terus tumbuh dan berkembang. Pada awal operasinya bank syariah belum mendapatkan perhatian optimal, saat itu landasan operasi bank hanya dikategorikan sebagai “bank dengan sistem bagi hasil”, Yang tercermin dari UU No. 7 tahun 1992 tanpa rincian usaha syariah serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=105&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Sejak adanya bank syari’ah di Indonesia yang dipelopori oleh bank muamalat pada tahun 1992, bank syari’ah terus tumbuh dan berkembang. Pada awal operasinya bank syariah belum mendapatkan perhatian optimal, saat itu landasan operasi bank hanya dikategorikan sebagai “bank dengan sistem bagi hasil”, Yang tercermin dari UU No. 7 tahun 1992 tanpa rincian usaha syariah serta jenis-jenis usaha yang diperbolehkan. Kondisi mulai berubah pada tahun 1998, ketika pemerintah dan Dewan Perwakilan rakyat melakukan penyempurnaan UU No. 7 tahun 1992 tersebut menjadi UU No. 10 Tahun 1998, yang secara tegas menjelaskan bahwa terdapat dua sistem dalam perbankan di tanah air (<em>dual banking system</em>) yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah. Kesempatan tersebut disambut hangat oleh kalangan masyarakat, seiring dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman perbankan syariah, berkembang pulalah bank syariah, yang mana sampai tahun 2009 (data BI oktober 2009) telah tercatat Bank Syariah memiliki 3012 jaringan yang terdiri dari: 6 Kantor pusat Bank Umum Syariah yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, dan Bank Panin Syariah. 25 kantor UUS (Unit usaha syariah), 1101 kantor cabang, 1742 office channeling, dan 138 BPRS, serta direncanakan pada tahun 2010 akan berdiri bank umum syariah yang baru yakni BCA Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, BNI Syariah dan Victoria Syariah.  Walaupun dibandingkan dengan negeri tetangga perkembangannya tidak secepat yang diharapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan bank syari’ah tumbuh mengesankan. Selain karena faktor demografis Indonesia yang memiliki penduduk sangat besar sekitar 240 juta jiwa dan 80% penduduknya beragama Islam, bank syari’ah juga sudah didukung dengan regulasi yang memadai diantaranya ialah telah disahkannya undang-undang bank syariah, Sukuk atau surat berharga syariah Negara (SBSN) dan penghapusan pajak ganda (<em>double tax</em>) pada transaksi <em>murabahah</em>. Tak salah jika Bank Indonesia dalam Grand Strategi terkait pengembangan pasar perbankan syariah memiliki visi baru pada tahun 2010 untuk menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan Syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%. Walaupun target pada tahun 2009 dengan visi baru menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN dengan pencapaian target asset sebesar Rp 87triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75% tidak tercapai, sedikit meleset ke angka Rp65-67 triliun dengan pertumbuhan 30% atau sekitar 3% dari total pangsa pasar perbankan nasional, Namun setidaknya harapan untuk menjadikan perbankan syariah terkemuka di ASEAN beberapa tahun mendatang bukan sekedar pepesan kosong. Selain itu, positioning baru khas iB sebagai “<em>beyond banking</em> (lebih dari sekedar bank), yaitu perbankan yang menyediakan produk dan jasa keuangan yang lebih beragam serta didukung oleh skema keuangan yang bervariasi, memberikan citra tersendiri untuk dapat menarik golongan masyarakat yang lebih luas. Untuk itu, diperlukan berbagai langkah pengembangan dalam rangka menopang dan mendongkrak pertumbuhan perbankan syariah secara signifikan, menarik golongan masyarakat lebih luas sesuai dengan target yang diharapkan. Berikut langkah-langkah tersebut:</p>
<ol>
<li>Penguatan 	Sumberdaya Manusia</li>
</ol>
<p>Sumberdaya manusia menjadi poin penting dalam pengembangan perbankan Syari’ah. Hal tersebut dikarenakan tantangan perbankan syaria’h ke depan semakin komplek. Apalagi Perbankan syari’ah sudah mempositioning-kan dirinya “lebih dari sekedar bank”. Artinya bank syariah bukan hanya sekedar layanan simpan-menyimpan atau pinjam-meminjam, namun juga mampu menawarkan solusi bagi kebutuhan nasabah dengan menyediakan ragam produk dan jasa keuangan yang didukung dengan skema keuangan yang lebih bervariasi dengan tetap mengedepankan substansi Syar’i. Sehingga dibutuhkan sumberdaya manusia yang memahami konsep Maqashid Syari’ah, transaksi syari’ah dan perilaku syari’ah, namun juga memiliki wawasan luas terhadap produk dan praktek perbankan syari’ah. Sumberdaya yang hanya <em>copy paste</em> dari bank konvensional lalu di <em>edit</em> dengan design syari’ah harus diperkuat dengan landasan yang memadai, sehingga sumberdaya syari’ah dipersiapkan menjadi sumberdaya tangguh yang memahami konsep dan praktek transaksi syari’ah secara komprehensif.</p>
<p>2.Inovasi produk</p>
<p>Inovasi produk mutlak dilakukan agar perbankan syari’ah mampu menggaet berbagai segmen, mampu menyediakan ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, menyediakan produk yang memiliki kesan modern. Prinsip transaksi syari’ah menjadi landasan utama dalam melakukan inovasi produk.  Nama Produk perbankan syari’ah tidak harus memakai bahasa arab yang sulit dipahami. Produk yang inovatif, merupakan produk yang mudah dipahami oleh konsumen-nya, memenuhi harapan nasabahnya dan memberikan perspektif baru bagi nasabahnya. Selain itu, produk perbankan syari’ah harus mampu memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan produk perbankan konvensional.</p>
<p>3.Pengembangan 	infrastruktur Perbankan Syari’ah</p>
<p>Untuk menyajikan produk perbankan syari’ah yang menarik, produk perbankan syari’ah harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, seperti: dukungan teknologi informasi dan komunikasi, sumberdaya yang kompeten serta fasilitas dan jaringan yang memadai, sehingga membuat nasabah nyaman dan tentram untuk melakukan transaksi perbankan syari’ah.</p>
<p>4.Program 	pemasaran terpadu</p>
<p>Saat ini fasilitas, jaringan serta variasi produk perbankan syari’ah sudah tidak kalah dengan bank konvensional, namun kurangnya sosialisasi dan komunikasi pemasaran yang mengena membuat produk-produk dan fasilitas perbankan syari’ah kurang dikenal. Banyak masyarakat yang masih mengira produk perbankan syari’ah hanya berbasis bagi hasil dan bebas riba’, fasilitasnya masih kalah dengan bank konvensional. Padahal, cepatnya perkembangan perbankan syari’ah menuntut para praktisi mengembangkan fasilitas perbankan syari’ah setara dengan bank konvensional bahkan lebih baik.  Oleh karena itu, sosialisasi harus lebih ditekankan pada peningkatan citra perbankan baru yakni lebih dari sekedar bank serta luasnya jaringan dan lengkapnya fasilitas. Promosi dan komunikasi harus menjangkau masyarakat lebih luas, terbuka bagi semua segmen masyarakat.</p>
<p>5.Orientasi ke 	sektor riil</p>
<p>Sinergi terhadap sektor riil merupakan ciri khas berbagai prinsip transaksi syari’ah. Substansi berbagai transaksi mengindikasikan dukungannya terhadap sektor riil. Sehingga porsi terbesar seharusnya dialokasikan untuk sector tersebut. Sebagai sektor yang diharapkan mampu meraup banyak tenaga kerja dan mendorong semangat wirausaha, bukan dialokasikan ke sektor financial ataupun dititipkan ke SBI dengan suku bunga tinggi.</p>
<p>6.Dukungan 	regulasi yang memadai</p>
<p>Regulasi yang memadai menjadi penting agar akselerasi perbankan syaria’h bisa lebih cepat serta memiliki daya saing tinggi karena dukungan regulasi. Agar produk perbankan syari’ah memiliki legitimasi dan pijakan yang kuat, sehingga bisa meningkatkan daya saing industri perbankan syari’ah yang semakin mendapat tempat di hati masyarakat.</p>
<p>7.Meningkatkan 	pelayanan dan profesionalisme</p>
<p>Pelayanan yang ramah sangat menentukan pilihan masyarakat dalam memilih bank syari’ah. Isu emosional bahwa bunga bank adalah riba’ sudah tidak bisa lagi dijadikan tameng. Perbankan syaria’h harus mengedepankan layanan prima dan professional pada konsumen. Mengaplikasikan pelayanan perbankan syaria’h dengan dimensi CARTER (<em>Compliance with Islamic Law </em>(ketaatan terhadap syari’ah)<em>, Assurance </em>(Jaminan)<em>, Reliability </em>(keandalan)<em>, Tangible </em>(bukti fisik)<em>, Emphaty</em> (empati)<em>, </em>dan<em> Resposiveness </em>(tanggap)).</p>
<p>Tentu saja ambisi untuk menjadi jawara ASEAN perlu disiapkan dengan matang, digodok di padepokan perbankan syari’ah dengan sinergi yang kuat berbagai stakeholder perbankan syari’ah. Selain itu, faktor internal ataupun eksternal serta kondisi makro perekonomian juga sangat mempengaruhi keberhasilan tersebut. Sehingga kesiapan dalam menghadapi segala kemungkinan mutlak diperlukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=105&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2010/07/25/105/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar yang terkaya</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2009/07/05/daftar-yang-terkaya/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2009/07/05/daftar-yang-terkaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 16:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Most]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[dibawah ini merupakan daftar serba kaya di dunia ini, nah&#8230;.udah dizakatin blm&#8230;? &#8220;jangan sampai harta itu berputar hanya pada orang-orang tertentu saja&#8221;&#8230;.&#8221;ambillah dari sebagian harta mereka, yang akan menbersihkan dan mensucikan mereka&#8221;&#8230;. Serba Terkaya di Dunia 2009 Tahun lalu gelar orang terkaya di dunia masih dipegang oleh Warrent Buffet dan tahun ini gelar tersebut berpindah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=100&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dibawah ini merupakan daftar serba kaya di dunia ini, nah&#8230;.udah dizakatin blm&#8230;? &#8220;jangan sampai harta itu berputar hanya pada orang-orang tertentu saja&#8221;&#8230;.&#8221;ambillah dari sebagian harta mereka, yang akan menbersihkan dan mensucikan mereka&#8221;&#8230;.</p>
<p><strong>Serba Terkaya di Dunia 2009</strong><br />
Tahun lalu gelar orang terkaya di dunia masih dipegang oleh Warrent Buffet dan tahun ini gelar tersebut berpindah tangan (lagi) kepada Bill gates, sang pendiri Microsoft. Krisis global mau tidak mau ikut menyumbang perubahan daftar tersebut baik dari susunan peringkatnya dan jumlah kekayaan mereka. Dari daftar 731 miliuner tersebut hanya ada satu miliuner yang tidak kehilangan kekayaannya tahun ini. Dan hanya ada 3 orang asal Indonesia. Siapa dia?</p>
<p>Secara kolektif, kekayaan para miliuner top dunia dinilai menurun. Gates yang tahun lalu menduduki posisi ketiga dengan kekayaannya sebesar US$ 58 miliar ini kini berada di posisi puncak dengan kekayaan &#8216;hanya&#8217; US$ 40 miliar. Sedangkan posisi kedua diraih Warren Buffett dengan kekayaan US$ 37 miliar. Padahal tahun sebelumnya ketika menduduki posisi puncak, kekayaan Buffett mencapai US$ 62 miliar.</p>
<p>Taipan telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim, meraih posisi ketiga dengan kekayaan US$ 35 miliar, turun dari posisi kedua di tahun sebelumnya dengan kekayaan US$ 60 miliar.</p>
<p>Secara kolektif, tiga miliuner terkaya dunia ini kehilangan US$ 68 miliar dari tahun lalu hingga 13 Februari 2009 ketika Forbes mengumpulkan data untuk menyusun daftar orang terkaya di dunia yang biasa dirilis tiap tahun.</p>
<p>Kekayaan bersih para miliuner dunia turun dari US$4,4 triliun menjadi US$2,4. Sedangkan jumlah mereka turun dari 1.125 menjadi 793. Dari kehilangan itu 18 di antaranya meninggal dunia dan 373 lainnya nasibnya kurang beruntung sehingga kekayaannya berada di bawah level seorang miliuner.</p>
<p>&#8220;Ini pertama kali sejak 2003 kita kehilangan para miliuner. Tetapi kita belum pernah kehilangan mereka sebanyak ini,&#8221; ujar editor senior Forbes, Luisa Kroll.</p>
<p>Inilah fakta-fakta lainnya dari daftar yang dikeluarkan Forbes tersebut:</p>
<p>* New York menjadi kota terbanyak yang menjadi tempat tinggal para miliuner itu (sebelumnya Moskow)</p>
<p>* Rusia kehilangan hampir dua pertiga miliunernya, dan India lebih dari separuhnya.</p>
<p>* Satu-satunya miliuner yang tidak kehilangan uangnya adalah Michael Bloomberg asal New York</p>
<p>* Miliuner termuda dalam daftar tersebut adalah pemuda Jerman Albert von Thurn und Taxis yang masih berusia 25 tahun dengan kekayaan US$ 2,1 miliar.</p>
<p>* Hanya ada tiga orang asal Indonesia yang ada di list tesebut yaitu: Michael Hartono (US$ 1,7 miliar) di peringkat 430, R. Budi Hartono (US$ 1,7 miliar) di peringkat 430 juga, dan Peter Sondakh (US$ 1,0 miliar) di peringkat 701.</p>
<p><strong></strong><br />
<strong>Siapa kepala negara terkaya di dunia?</strong></p>
<p>Ditulis oleh infosyiah di/pada 0, April 9, 2007</p>
<p>Siapa kepala negara terkaya di dunia?</p>
<p>Apakah Anda mengetahui berapa gaji kepala-kepala negara di dunia? Atau katakan berapa besar kekayaan mereka? Tentunya, mereka sendiri tidak akan mengatakan seberapa besar kekayaannya. Tapi, majalah Forbes mengakui kalau tahu semua tentang kekayaan mereka. Mau tahu? Berikut ini laporan Forbes.</p>
<p>Raja Abdullah dari Arab Saudi menduduki tempat teratas dengan kekayaan 21 miliar dolar. Urutan kedua Syaikh Khalifa bin Zayed al-Nahyan Amir Emirat Arab dengan kekayaan 19 miliar dolar. Amir Dubai Syaikh Muhammad bin Rashid al-Maktum dengan kekayaan 14 miliar dolar berada pada peringkat ketiga. Setelah mereka, Ratu Liechtenstein (4 miliar), Albert II dari Monako (1 miliar) dan lain-lain.</p>
<p>Dari kesemua kepala-kepala negara dunia, kepala negara Arab meraih peringkat pertama hingga ketiga. Karena hasil minyak langsung masuk ke pundi-pundi keluarga raja. Sebagai contoh, keluarga raja Saudi baik yang punya kerjaan atau yang nganggur setiap bulannya mendapat gaji dan jumlah mereka mendekati angka 8 ribu orang.</p>
<p>Setiap orang dapat berapa, merupakan rahasia kerajaan. Cukup sebagai perbandingan, paling apesnya keluarga kerajaan mendapat bagian perbulan sebesar 10 ribu dolar. Ditambah lagi mereka mendapat pelayanan gratis untuk listrik, telepon dan tiket pesawat![infosyiah]</p>
<p>gw cm bs bilang CK..CK..CK.. :why:</p>
<p><strong>kit_coolboy</strong>:<br />
10 Negara Terkaya Di Dunia<br />
Nih gan ane abis gugling,,eh dapet info 10 negara terkaya di dunia dilihat dari GDP(Gross Domestic Product)-nya.<br />
Langsung aja ya gan</p>
<p>diklik gan (Click to Hide)<br />
10 Negara terkaya di dunia:<br />
1. Amerika Serikat<br />
Amerika Serikat merupakan negara terkaya di dunia dengan GDP mencapai US$ 12,46 triliun. Nih wajar aj nih negara bisa jadi SuperPower,,tuh karena GDP-nya yang ajiiib :why:</p>
<p>2. Jepang<br />
Posisi kedua ditempati negara Aia timur ini. jepang memiliki GDP US$ 4,51 triliun. Gila, padahal nih negara pernah hancur lebur oleh bom atom, tapi bisa menjadi negara terkaya :thumb:</p>
<p>3. Jerman<br />
Sama halnya seperti jepang, jerman juga pernah mengalami masa sulit ketika mereka terpaksa dibagi 2 untuk Uni sovyet dan USA. baru tahun 1990an mereka bergabung kembali menjadi 1 negara. Jerman memiliki GDP US$ 2,78 triliun.</p>
<p>4. Inggris<br />
Biarpun pun nih negara pernah menjajah hampir 1/3 belahan dunia,,,tapi tidak membuatnya menjadi negara terkaya didunia. Inggris berada diurutan ke 4 dengan GDP S$ 2,19 triliun.</p>
<p>5. Perancis<br />
Negara yang terkenal dengan gaya ciumannya itu:matabelo: memiliki GDP US$ 2,11 triliun.</p>
<p>6. Italia<br />
Negara yang terkenal akan Sejarah kekaisarannya ini memiliki GDP S$ 1,72 triliun.</p>
<p>7. Spanyol<br />
Spanyol memiliki GDP US$ 1,124 triliun</p>
<p>8. Kanada<br />
Negara di utara Amerika Serikat ini walaupun bertetanggaan dengan USA tidak membuat GDP mereka menjadi tinggi. Kanada memiliki GDP US$ 1,115 triliun.</p>
<p>9. Brazil<br />
Sebenarnya dilihat dari kondisi sosial masyrakatnya, brazil masih dikategorikan negara berkembang sama halnya seperti Indonesia. namun Brazil memiliki besaran angka GDP yang cuku fantastis yaitu US$ 794,10 miliar.</p>
<p>10. Korea Selatan<br />
Negara ini juga bernasib sama dengan jerman,,hanya saja negara ini hingga saat ini masih tetap terpisah dengan negara sejirannya, korea utara. Korea selatan memiliki GDP US$ 787,62 miliar.</p>
<p>Nah,,bagaimana dengan Negara kita? Negara kita masih berada diurutan 15,,lumayan lah,,dibandingkan tetangga kita yang hanya berada diurutan 38, tapi belagunya minta ampun:nohope:<br />
Yang unik adalah tidak ada 1 negara Afrikapun yang berada dalam daftar 15 negara terkaya didunia, mungkin karena gemar perang kali yak :benjol:<br />
Nah bagaimana pendapat kalian? :prof:</p>
<p><strong>kit_coolboy</strong>:<br />
15 Tokoh Fiksi Terkaya di Dunia<br />
Lihat Gambar<br />
Copyright Forbes</p>
<p>Sabtu, 26 Juli 2008<br />
Saat batasan antara dunia maya dan dunia nyata jadi semakin kabur, layak jika para tokoh dalam dunia fiksi pun berhak diakui keberadaannya. Misalnya saja tokoh paman Gober dalam serial Donald bebek. Hampir semua anak tumbuh bersama tokoh kaya raya yang pelitnya minta ampun ini. Siapa sangka kalau tahun 2007 kemarin, paman Gober tercatat memiliki kekayaan terbesar di antara tokoh-tokoh fiksi lain. Berikut adalah rincian 15 tokoh fiksi terkaya versi majalah Forbes.</p>
<p>1. Paman Gober/ Scrooge McDuck</p>
<p>Paman Gober bukanlah keturunan orang kaya. Saat masih kecil ia bahkan sempat menjadi tukang semir sepatu. Namun karena kegigihan dan tentunya keberuntungannya, ia akhirnya berhasil menjadi milyuner. Warga Duckburg berusia 80 tahun ini tercatat memiliki kekayaan sebesar US$28,8 milyar dari hasil tambang dan kegemarannya berburu harta karun.</p>
<p>2. Kaisar Ming/ Ming The Merciless<br />
Penguasa tunggal planet Mongo yang merupakan musuh besar Flash Gordon ini bisa jadi memiliki kekayaan yang tak terbatas jumlahnya. Namun karena sebagian besar masih diragukan karena dianggap kekayaan planet Mongo, maka ia terpaksa harus rela berada di posisi kedua dengan total kekayaan sebesar US$20,9 milyar. Duda berusia 74 tahun yang mendiami Mingo City ini mendapatkan kekayaannya dari hasil teknologi dan tentunya dari perbudakan.</p>
<p>3. Richie Rich<br />
Walaupun baru berusia 10 tahun, Richie Rich yang tinggal di Richville ini sudah menduduki peringkat ketiga jajaran tokoh fiksi terkaya. Dengan jumlah total kekayaan sekitar US$16,1 milyar yang didapatnya dari warisan orang tuanya, Richie Rich sering kali terlalu memanjakan teman-temannya. Misalnya saja saat ia mengusung gunung es dari kutub utara ke rumahnya hanya agar teman-temannya dapat bermain ski es di sana.</p>
<p>4. Mom<br />
CEO sekaligus pemilik 99,7% saham dari MomCorp ini berada di posisi ke-4 jajaran tokoh fiksi terkaya. Dari perusahaan yang bergerak di banyak bidang termasuk pembuatan robot dan senjata ini saja ia berhasil mengumpulkan kekayaan hingga US$15,7 milyar.</p>
<p>5. Jed Clampett<br />
Milyuner yang tinggal di Beverly Hills ini mendapat kekayaannya dari sebuah kejadian tak diduga. Saat, secara tak sengaja, Jed menemukan tambang minyak, maka saat itu pula lah keberuntungannya berubah. Dari hasil tambang minyak dan beberapa bank miliknya, pria berusia 51 tahun ini berhasil mengumpulkan kekayaan sebanyak US$11 milyar.</p>
<p>6. C. Montgomery Burns<br />
Pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Springfield sekaligus majikan dari Homer Simpson ini mungkin tak terlalu disukai oleh bawahan maupun rekan bisnisnya. Namun dari hasil PLTN Springfield saja, pria berusia 104 tahun yang tinggal di Springfield AS ini berhasil menimbun kekayaan hingga mencapai US$8,4 milyar.</p>
<p>7. Carter Pewterschmidt<br />
Pemilik bisnis media dan perusahaan baja ini adalah teman baik Bill Gates dan Michael Eisner. Dari hasil warisan keluarga dan kedua bisnisnya ini Carter berhasil mengumpulkan kekayaan sebanyak US$7,2 milyar dan berada di urutan ke-7 dari 15 tokoh fiksi terkaya di dunia.</p>
<p>8. Bruce Wayne<br />
Pewaris Wayne Enterprise ini mungkin lebih dikenal sebagai Batman. Keuntungan Wayne Enterprise meningkat drastis saat satelit mata-mata buatannya dibeli oleh pemerintah AS. Dari keuntungan bisnis ini, Bruce yang tinggal di Wayne Manor berhasil memperoleh kekayaan hingga mencapai US$7 milyar.</p>
<p>9. Thurston Howell III<br />
Pemilik Howell Industries ini sempat diselidiki oleh pemerintah karena diduga memalsukan data untuk pajak. Namun setelah tuduhan ini ditarik, nilai saham Howell Industries kembali meningkat dan menghasilkan banyak uang untuk pria berusia 60 tahun ini. Data menyebutkan bahwa pria yang lebih suka tinggal menyendiri di pulau pribadinya ini memiliki kekayaan sekitar US$6,3 milyar.</p>
<p>10. Tony Stark<br />
Pria lajang berusia 35 tahun yang punya reputasi sebagai playboy ini adalah pemilik Stark Industries. Hubungan erat antara Stark Industries dengan pihak militer AS membuahkan keuntungan yang lumayan besar buat pria yang punya identitas rahasia Iron Man ini. Kabarnya, kekayaan Tony mencapai nilai US$6 milyar dan menempatkannya di posisi ke-10 tokoh fiksi kaya versi majalah Forbes.</p>
<p>11. Fake Steve Jobs<br />
Parodi dari Steve Jobs yang asli ini juga termasuk dalam jajaran tokoh fiksi terkaya. Dengan kekayaan yang ditaksir bernilai sekitar US$5,7 milyar, ia berhasil menduduki peringkat ke-11 versi majalah Forbes ini. Sumber penghasilan pria berusia 52 tahun ini diduga berasal dari Walt Disney Co. dan usahanya di bidang teknologi.</p>
<p>12. Gomez Addams<br />
Pria berusia 51 tahun ini memang punya keberuntungan besar. Beberapa investasi yang ditanam pria ini justru menghasilkan harta berlimpah buatnya. Misalnya saja saat ia membeli sebuah rawa-rawa yang ternyata berisi kandungan minyak dan menghasilkan uang dalam jumlah besar buat Gomez. Kabarnya nilai kekayaan pria yang tinggal di Westfield, New Jersey ini mencapai US$2 milyar.</p>
<p>13. Willy Wonka<br />
Pendiri perusahaan permen Wonka ini mungkin memang jenius. Buktinya permen-permen buatannya seperti Wonka Bars dan Everlasting Gobstoppers laris bak kacang goreng. Dari bisnis permen ini saja pria berusia 57 tahun ini berhasil mengumpulkan kekayaan senilai US$1,9 milyar.</p>
<p>14. Lucius Malfoy<br />
Pria berusia 51 tahun ini memang punya reputasi yang sangat buruk. Setelah berhasil meloloskan diri dari penjara Azkaban dan menjadi tak tersentuh oleh hukum, pria ini mulai mencoba untuk menekuni dunia bisnis. Dari hasil warisannya saja pria ini memiliki kekayaan sekitar US$1,6 milyar.</p>
<p>15. Princess Peach<br />
Pewaris tahta Mushroom Kingdom ini tercatat pernah menikah dengan seorang tukang ledeng bernama Mario dari perusahaan Mario Brothers. Wanita berusia 23 tahun yang menderita trauma karena terlalu sering diculik ini memiliki harta sekitar US$1,3 milyar.</p>
<p>15 tokoh fiksi di atas dipilih karena memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan Forbes. Kriterianya adalah bahwa tokoh tersebut harus benar-benar fiksi, memiliki peran dalam sebuah narasi cerita, dan harus terkenal sebagai orang kaya baik di dunia mereka maupun di dunia nyata. Harta kekayaan masing-masing tokoh ini dinilai berdasarkan nilai kekayaan di dunia mereka yang kemudian dibandingkan dengan nilai kekayaan tersebut pada dunia nyata sesuai dengan nilai pada penutupan bursa saham tanggal 10 Desember 2007. (forbes/roc)</p>
<p><strong>kit_coolboy</strong>:<br />
20 Pemain Sepak Bola Terkaya di Dunia<br />
Written by madmax<br />
Wednesday, 15 April 2009</p>
<p>David BeckhamBaru-baru ini majalah forbes merilis pemain sepak bola yang paling kaya. Berapa sich penghasilan mereka selama tahun 2008 dan siapa aja tuch yang dianggap paling kaya. Ternyata peringkat pertama pemain sepak bola yang berpenghasilan paling gedhe menurut versi forbes adalah David Beckham, pemain Los Angles Galaxy yang sekarang dipinjamkan ke AC Milan dengan penghasilan USD 46 juta atau Rp. 506 miliar&#8230; weleh&#8230; weleh&#8230; weleh&#8230; tuch duit apa duit ya&#8230;</p>
<p>Penghasilan Beckham ini jauh diatas Ronaldinho pemain dari AC Milan berasal dari Brazil yang menempati peringkat kedua dengan penghasilan &#8220;hanya&#8221; USD 33 juta atau sekitar Rp. 363 miliar. Untuk peringkat ketiga masih ditempati pemaik kawakan juga yaitu Thiery Henry yang berpenghasilan USD 28 juta atau sekitar Rp. 308 miliar.</p>
<p>Daftar lengkap 20 pemain sepak bola terkaya versi majalah forbes</p>
<p>1    David Beckham    Rp.  506 M<br />
2    Ronaldinho    Rp.  363 M<br />
3    Thierry Henry    Rp.  308 M<br />
4    Kaka    Rp.  232 M<br />
5    Cristiano Ronaldo    Rp.  231 M<br />
6    Lionel Messi            Rp.  198 M<br />
7    Frank Lampard    Rp.  198 M<br />
8    Wayne Rooney    Rp.  198 M<br />
9    John Terry            Rp.  198 M<br />
10    Steven Gerrard    Rp.  198 M<br />
11    Michael Ballack    Rp.  165 M<br />
12    Ronaldo                    Rp.  165 M<br />
13    Fabio Cannavaro    Rp.  165 M<br />
14    Francessco Totti    Rp.  165 M<br />
15    Zlatan Ibrahimovic    Rp.  154 M<br />
16    Andriy Shevchenco    Rp.  154 M<br />
17    Rio Ferdinand            Rp.  154 M<br />
18    Didier Drogba            Rp.  132 M<br />
19    Raul Gonzalez            Rp.  132 M<br />
20    Del Piero                    Rp.  121 M</p>
<p>dikutip dari :</p>
<p>http://nimbuzzer.net/out-of-topic/daftar-orang-terkaya-di-dunia-2009/?wap2</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=100&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2009/07/05/daftar-yang-terkaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Bicara Ekonomi Kerakyatan&#8230;?</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2009/06/20/islam-bicara-ekonomi-kerakyatan/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2009/06/20/islam-bicara-ekonomi-kerakyatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 03:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pasangan capres-cawapres mulai mendeklarasikan dirinya, program yang paling mendapat sorotan dari khalayak adalah visi ekonomi. Visi ekonomi pasangan capres-cawapres memiliki porsi besar untuk diperhatikan karena ia menyangkut kesejahteraan suatu negara, kesejahteraan rakyat banyak dan kemandirian bangsa. Pihak-pihak tersebut saling mengklaim bahwa diri mereka memiliki visi ekonomi kerakyatan dan membantah jika disebut mengusung program neoliberalisme, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=92&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">Sejak pasangan capres-cawapre</span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">s mulai mendeklarasikan dirinya, program yang paling mendapat sorotan dari khalayak adalah visi ekonomi. Visi ekonomi pasangan capres-cawapres memiliki porsi besar untuk diperhatikan karena ia menyangkut kesejahteraan suatu negara, kesejahteraan rakyat banyak dan kemandirian bangsa. Pihak-pihak tersebut saling mengklaim bahwa diri mereka memiliki visi ekonomi kerakyatan dan membantah jika disebut mengusung program neoliberalisme, tetapi konsep ekonomi kerakyatan yang seperti apa?detail operasionalnya perlu menunggu penjabaran mereka saat kampanye pemenangan pilpres. Saat ini marilah coba kita telurusi kondisi Indonesia, semuanya mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya sumberdaya alam, hutannya menjadi paru-paru dunia, lautan luas membentang dengan kekayaan biota laut yang besar, negara agraris dengan wilayah pertanian yang luas, negara kepulauan dengan kekayaan sumberdaya berlimpah dan beragam.  Namun, jika dilihat kondisi ekonominya Indonesia memiliki hutang yang banyak, pengangguran yang besar dan kemiskinan yang belum terselesaikan. Jadi sebenarnya dimanakah kesalahan dari visi yang diusung selama ini? sebuah visi ekonomi yang diharapkan mampu mensejahterakan ekonomi rakyat mengentaskan kemiskinan. Tulisan ini tidak akan bicara mana yang salah ataupun benar,  namun hanya sekedar ingin menawarkan sebuah gagasan ekonomi yang terinspirasi dari nilai-nilai islami, barangkali ini menjadi tawaran yang bisa dijadikan solusi bagi permasalahan bangsa yang ingin rakyatnya sejahtera lahir dan batin. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Pertama</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">, membicarakan masalah kemiskinan maka nilai-nilai Islam menganjurkan pelaksanaan mekanisme zakat untuk dioptimalkan distribusinya dalam mengentaskan kemiskinan. dimana jika ditelaah lebih lanjut konsep zakat merupakan sebuah kewajiban bagi </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>muzakki</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (orang yang mampu menunaikannya). Sifatnya yang </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>obligatory rule</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> membuat pihak berwenang diharuskan mengambil ke rumah bagi yang tidak membayar zakatnya padahal ia mampu. Zakat dikenakan atas pendapatan dan harta yang telah memenuhi syarat. Selain itu mekanisme zakat memiliki kekhususan sistem distribusi dimana proses distribusi tidak ditujukan untuk keperluan lain, hanya yang disebut dalam Al-Qur’an mereka yang disebut </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Al-asnaf as-tsamaniyah</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (8 bagian) yang memiliki hak sebagai </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>mustahik</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (orang yang dikenai zakat) yaitu : </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>faqir, miskin, amil</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat), </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>muallaf </em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">(orang yang baru masuk Islam), hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya, </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Gharimin</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (orang yang banyak berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya), </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Fisabilillah </em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">(mereka yang berjuang di jalan Allah), </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Ibnu sabil</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (orang yang kehabisan bekal sedang ia dalam perjalanan di jalan kebaikan). Jika kita menela’ah lebih lanjut Indonesia memiliki pontensi zakat yang besar yang belum teroptimalkan, yaitu 19,3 triliun pertahun. </span></span><span style="font-size:small;">Sayangnya, potensi </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">tersebut</span></span><span style="font-size:small;"> belum mampu </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">dioptimalkan</span></span><span style="font-size:small;">. Hingga kini, baru sekitar lima persen dari potensi zakat itu yang mampu terjaring Badan Amil Zakat (BAZ) serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tersebar di Tanah Air. Itu artinya, baru sekitar Rp 925 miliar dana zakat setiap tahunnya yang mampu dikumpulkan BAZ dan LAZ di Indonesia</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (replubika.co.id, 29/04/09).  Belum lagi potensi infak, shodaqoh dan wakaf. Wakaf dalam Islam adalah sebuah sistem yang memiliki keunikannya sendiri, nilai pokok wakaf tidak boleh habis seperti halnya zakat, infaq ataupun shodaqoh. Sehingga nilai wakaf akan selalu bertambah. </span></span><span style="font-size:small;">Menurut Mustafa Edwin, Ketua Pasca Sarjana Ekonomi Syariah UI, potensi wakaf tunai di Indonesia diperkirakan bisa mencapai Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun per tahun</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">. </span></span><span style="font-size:small;">potensi </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">wakaf tersebut </span></span><span style="font-size:small;">tidak habis</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> dan akan terus bertambah. Jika tahun ini bisa mendapatkan</span></span><span style="font-size:small;"> ada Rp 3 triliun,</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> maka mungkin</span></span><span style="font-size:small;"> lima tahun kemudian meningkat sampai mencapai Rp 15 triliun, </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">dan terus akan meningkat seiring kesadaran masyarakat dalam mewakafkan hak miliknya. Sebuah potensi yang luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan. Dimana harta wakaf tersebut bisa digunakan untuk investasi jangka panjang seperti membangun sekolah gratis, rumah sakit gratis, peningkatan standar hidup hunian kumuh, membantu pendidikan anak yatim piatu, menciptakan lapangan kerja yang penting untuk menghapus kemiskinan dan lain sebagainya. Bahkan di beberapa negara sudah menerapkan wakaf produktif dengan menggandeng investor-investor untuk sebuah usaha yang produktif. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja perlu dioptimalkan apalagi disentralisasikan secara langsung oleh pihak pemerintah menjadi sebuah kebijakan, maka akan menjadi kekuatan yang besar dalam mengentaskan kemiskinan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Kedua</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">, membicarakan masalah sumberdaya alam, Indonesia memiliki potensi minyak, gas, dan sumberdaya tambang lain yang besar, Rosulullah </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>saw bersabda : rakyat berserikat dalam tiga hal : air, api, dan udara</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">. Hadits ini mengisyaratkan bahwa pemiliki kekayaan alam sebenarnya adalah rakyat. Nah, seharusnya air yang turun dari langit dan terpancar dari bumi, segala sumberdaya yang menghasilkan api seperti minyak, gas dan bahan tambang lainnya serta segala sesuatu yang memanfaatkan udara seperti gelombang untuk telekomunikasi dikelola oleh negara dengan harga yang semurah-murahnya. bidang-bidang tersebut sepenuhnya harus dikelola oleh pemerintah, serta membuat bidang-bidang tersebut perusahaan BUMN yang dikelola secara profesional, transparan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat banyak. Disini seharusnya sektor-sektor tersebut tidak selayaknya diprivatisasi jika terjadi pembagian saham, maka saham pemerintah tetap harus lebih besar, agar kebijakan yang diambil oleh pemegang saham diprioritaskan untuk keuntungan rakyat dan bukan untuk keuntungan individu. Indonesia memiliki cadangan minyak yang besar, namun selama ini hampir semua sumur minyak di Indonesia di kuasai oleh korporasi minyak asing yang merupakan perusahaan multinasioanal, selebihnya dikelola oleh Pertamina dan sedikit pengusaha nasional dalam skala kecil. Dibidang pertambangan Indonesia juga merupakan negara kaya, memiliki cadangan emas yang banyak, timah yang berlimpah dan bahan tambang lainnya. Namun lagi-lagi kebanyakan perusahaan tambang dikuasai asing. Indonesia hanya mendapatkan pajak dan royalti yang sangat sedikit dibandingkan penghasilan besar berkalilipat yang perusahaan asing peroleh. Sepatutnya pemimpin-pemimpin negeri ini merefleksikan kembali apa yang dilakukan oleh Rosulullah saw sebagaimana </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dikemukakan oleh An-Nabhani berdasarkan pada hadis riwayat Imam at-Turmidzi dari Abyadh bin Hamal. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em>Dalam hadis itu, disebutkan bahwa Abyad pernah meminta kepada rasul untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. Rasul meluluskan permintaan itu, tetapi segera diingatkan oleh seorang sahabat, &#8220;Wahai Rasulullah, tahukah Anda, apa yang Anda berikan kepadanya? Sesungguhnya Anda telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (</em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em>ma&#8217;u al-&#8217;iddu</em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em>).&#8221; Rasulullah kemudian bersabda, &#8220;Tariklah tambang tersebut darinya.&#8221;</em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em> </em></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Ke</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>tiga</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">, Dalam sektor keuangan  Islam menganjurkan untuk menghindari riba’ dan menganjurkan jual beli. Yang berarti bahwa sektor riil lebih dianjurkan dalam Islam. Hal ini juga ditunjukkan dalam berbagai sistem transaksinya seperti mudharabah, musharakah, murabahah, ba’i al-istishna’ dan lain sebagainya yang menyaratkan adanya dua orang yang bersepakat untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan, proyek  ataupun bisnis tertentu serta mengharuskan  adanya barang yang akan dijadikan sebagai objek transaksi. Hal ini memungkinkan terhindarnya transaksi spekulatif dari berbagai transaksi derivatif yang memunculkan </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>bubble economy</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">,  sebuah sistem yang dirasakan kelemahannya saat ini, saat terjadi krisis global. Sebuah fakta yang mencengangkan dari sistem ribawi adalah bahwa transaksi riil ternyata lebih kecil dimana nilainya sekitar 50 milliar dolar dibandingkan dengan transaksi keuangan, perdagangan kertas yang nilai transaksinya mencapai 600 milliar dolar. Islam menjadikan uang bukan komoditas, namun uang adalah alat tukar dan penambah nilai yang tidak bisa diperdagangkan. Sektor finansial harus lebih bersinergi dengan sektor riil. Islam melarang merebaknya riba’, lebih menganjurkan jual beli dan menganjurkan loss and profit-sharing dalam transaksinya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Keempat</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">, masalah pengangguran menjadi perhatian yang besar dalam Islam sebuah kisah dari Rosulullah saw bisa dijadikan inspirasi dalam membuat kebijakan, Diceritakan oleh Anas radhiyallohu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki Anshar mendatangi Rosulullah saw kemudian meminta sesuatu kepada beliau. Maka Rosulullah berkata :”Adakah di rumah Tuan sesuatu? “ lelaki Anshar itu menjawab : “Ya, masih ada </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>hils</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> (pakaian tebal), sebagian kami pakai dan yang lain kami gunakan untuk tikar, serta satu buah bejana untuk minum”. Rasulullah lalu berkata lagi, “berikan barang-barang itu kepadaku!”. Maka kedua barang tersebut diambilnya lalu diberikan kepada Rosulullah. Kemudian Rosulullah saw mengambil kedua barang tersebut dengan tangan beliau sendiri sambil berkata, “siapa yang mau membeli barang ini?”seorang laki-laki menjawab, “saya yang membelinya dengan harga dua dirham”. Maka kemudian kedua barang itu diberikan kepada lelaki tersebut, sementara Nabi menerima dua dirham tersebut lalu memberikan kepada lelaki Anshar itu sambil berkata,”yang satu dirham belikanlah makanan dan bagikanlah kepada keluargamu, sedangkan yang satu dirham lagi belikan kapak lalu datanglah kemari! Kemudian (lelaki itu membeli kapak) dengan membawa  kapaknya lelaki itu datanglah menemui Rasulullah. Beliau mengambil sebilah kayu dan beliau sendiri membuatkan tangkai kapaknya dan kemudian menyerahkan kepada lelaki Anshar itu sambil berkata, “Pergilah mencari kayu bakar dan juallah. Aku tidak ingin melihatmu selama lima belas hari” lelaki Anshar itu benar-benar melaksanakannya dan baru kembali menemui Rasulullah setelah memperoleh sepuluh dirham. Uang itu sebagian untuk membeli pakaian dan sebagian lagi untuk membeli makanan. Kemudian Rasulullah berkata, “Ini lebih baik bagimu daripada engkau datang meminta-minta, yang akan mendatangkan titik hitam di wajahmu pada hari kiamat”. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">Kisah ini memberikan pelajaran pada kita bahwa untuk menyelesaikan pengangguran diperlukan inisiatif dari para pemimpin untuk mencoba memberikan fasilitas yang mampu menghasilkan kail-kail bukan sekedar ikan, tapi kail untuk memancing ikan yang lebih banyak bahkan lebih besar. Berikanlah kepada rakyat-rakyat yang menganggur suatu alat, modal usaha, barang untuk diusahakan yang dapat dikelola dan dikembangkan dengan bimbingan dan pelatihan memadai. Pelatihan berupa ketrampilan tertentu, manajemen pengelolaan serta pemasaran untuk meningkatkan kualitas produksinya. </span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">Daripada sekedar memberikan ikan hasil pancingan yang cepat habis termakan. Maka pemberian fasilitas produktif, penyediaan lapangan kerja yang menyerap tenaga yang banyak lebih diutamakan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>Ke</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"><em>lima</em></span></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">, Tentang utang,  Rosulullah saw sangat berhati-hati dengan utang bahkan Rosulullah sendiri sebagai pemimpin saat itu menjamin rakyatnya yang berutang untuk ia lunasi saat meninggalnya. Karena utang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Islam tidak melarang berhutang, berhutang dilakukan ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang tidak terelakkan, namun transaksi hutang bukanlah transaksi bisnis, dalam islam dikenal dengan transaksi tabarru’, sehingga diusahakan berhutang dari sumber-sumber yang terbebas dari nilai-nilai ribawi. Dalam Konteks Indonesia utang yang menggunung ini diakibatkan hutang yang mengandung nilai riba, dimana sistem ekonomi hutang ribawi ini mengharuskan negara </span></span><span style="font-size:small;">penghutang untuk membayar hutangnya </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">ditambah</span></span><span style="font-size:small;"> bunga</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;">hutang </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">pada saat jatuh tempo </span></span><span style="font-size:small;">dalam keadaan apapun, apakah pinjaman mereka menguntungkan</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;">atau tidak. Kewajiban membayar hutang </span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">ini</span></span><span style="font-size:small;"> jelas</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;">akan menurunkan nilai Rupiah akibat keharusan kita untuk membayar hutang</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;">dalam bentuk nilai mata uang asing</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">. </span></span><span style="font-size:small;">Ketidakmampuan untuk membayar hutang ketika jatuh tempo akan</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;">menyebabkan bunga hutang akan semakin membengkak dari waktu ke</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;">waktu, apalagi pemerintah harus membayar bunga atas bunga (</span><span style="font-size:small;"><em>interest on</em></span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> </span></span><span style="font-size:small;"><em>interest</em></span><span style="font-size:small;">) yang belum terlunas</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">i</span></span><span style="font-size:small;">.</span><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID"> Apalagi jika pinjaman yang kadang dibahasakan dengan istilah “bantuan” ini digunakan untuk membiayai sektor-sektor non-produktif ataupun terjadi kebocoran akibat praktek kolusi dan korupsi, jelas utangnya akan semakin bertambah. Lebih ironis lagi jika bantuan luar negeri ini dijadikan sebagai senjata politik untuk mengintervensi kebijakan politik negara-negara pemberi utang untuk mencapai tujuan mereka. Maka, utang yang memiliki motif seperti ini harus dihindari. Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak berhutang asal kita semua berusaha, bahu-membahu untuk berpikir memanfaatkan sumber daya alam Indonesia pada hal-hal yang lebih produktif. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="id-ID">Itulah sedikit dari beberapa poin penting yang terinspirasi nilai-nilai Islam. Terlepas dari apapun nama sistem ekonominya yang jelas inspirasi dari Islam perlu dipertimbangkan dan dikaji lebih lanjut sebagai upaya dan langkah maju untuk mensejahterakan rakyat. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=92&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2009/06/20/islam-bicara-ekonomi-kerakyatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desa</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/29/desa/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/29/desa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 02:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik dan Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 ) Desa harus jadi kekuatan ekonomi Agar warganya tak hijrah ke kota Sepinya desa adalah modal utama Untuk bekerja dan mengembangkan diri Walau lahan sudah menjadi milik kota Bukan berarti desa lemah tak berdaya Desa adalah kekuatan sejati Negara harus berpihak pada para petani Entah bagaimana caranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=84&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )</p>
<p style="text-align:center;">Desa harus jadi kekuatan ekonomi<br />
Agar warganya tak hijrah ke kota<br />
Sepinya desa adalah modal utama<br />
Untuk bekerja dan mengembangkan diri</p>
<p style="text-align:center;">Walau lahan sudah menjadi milik kota<br />
Bukan berarti desa lemah tak berdaya<br />
Desa adalah kekuatan sejati<br />
Negara harus berpihak pada para petani</p>
<p style="text-align:center;">Entah bagaimana caranya<br />
Desalah masa depan kita<br />
Keyakinan ini datang begitu saja<br />
Karena aku tak mau celaka</p>
<p style="text-align:center;">Desa adalah kenyataan<br />
Kota adalah pertumbuhan<br />
Desa dan kota tak terpisahkan<br />
Tapi desa harus diutamakan</p>
<p style="text-align:center;">Di lumbung kita menabung<br />
Datang paceklik kita tak bingung<br />
Masa panen masa berpesta<br />
Itulah harapan kita semua</p>
<p style="text-align:center;">Tapi tengkulak tengkulak bergentayangan<br />
Tapi lintah darat pun bergentayangan<br />
Untuk apa punya pemerintah<br />
Kalau hidup terus terusan susah</p>
<p style="text-align:center;">Di lumbung kita menabung<br />
Datang paceklik kita tak bingung<br />
Masa panen masa berpesta<br />
Itulah harapan kita semua</p>
<p style="text-align:center;">Desa harus jadi kekuatan ekonomi<br />
Agar warganya tak hijrah ke kota<br />
Sepinya desa adalah modal utama<br />
Untuk bekerja dan mengembangkan diri</p>
<p style="text-align:center;">Desa harus jadi kekuatan ekonomi</p>
<p>Klik dibawah ini untuk melihat Klipnya</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/29/desa/"><img src="http://img.youtube.com/vi/iE_pdFyqdYI/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=84&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/29/desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Negara</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/28/negara/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/28/negara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 13:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik dan Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Negara Iwan Fals ( Album 50:50 2007 ) Negara harus bebaskan biaya pendidikan Negara harus bebaskan biaya kesehatan Negara harus ciptakan pekerjaan Negara harus adil tidak memihak Itulah tugas negara Itulah gunanya negara Itulah artinya negara Tempat kita bersandar dan berharap Kenapa tidak ? Orang kita kaya raya Baik alamnya Maupun manusianya Dan ini yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=81&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Negara<br />
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )</p>
<p>Negara harus bebaskan biaya pendidikan<br />
Negara harus bebaskan biaya kesehatan<br />
Negara harus ciptakan pekerjaan<br />
Negara harus adil tidak memihak</p>
<p>Itulah tugas negara<br />
Itulah gunanya negara<br />
Itulah artinya negara<br />
Tempat kita bersandar dan berharap</p>
<p>Kenapa tidak ?<br />
Orang kita kaya raya<br />
Baik alamnya<br />
Maupun manusianya</p>
<p>Dan ini yang kita pelajari sejak bayi<br />
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya</p>
<p>Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan<br />
Biar kita pandai mengarungi samudera hidup<br />
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu<br />
Oleh karena itu biarkan kami sehat<br />
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini</p>
<p>Negara negara<br />
Negara harus seperti itu<br />
Bukan hanya di surga di duniapun bisa</p>
<p>Negara negara<br />
Negara harus begitu<br />
Kalau tidak bubarkan saja<br />
Atau ku adukan pada sang sepi</p>
<p>Negara harus berikan rasa aman<br />
Negara harus hormati setiap keyakinan<br />
Negara harus bersahabat dengan alam<br />
Negara harus menghargai kebebasan</p>
<p>Itulah tugas negara<br />
Itulah gunanya negara<br />
Itulah artinya negara<br />
Tempat kita bersandar dan berharap<br />
Selain Tuhan</p>
<p>&#8211;&gt;Klik dibawah ini untuk mendengarkan lagunya</p>
<div style="font-family:Verdana;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bold;font-size:11px;line-height:normal;width:310px;"><a href="http://www.musik-live.net" target="_blank">Playing/Iwan  Fals &#8211; Negara.Codes</a></p>
<div><a href="http://www.musik-live.net" target="_blank">Indo Music Code provided by musik-live.net</a></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=81&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/28/negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Grameen foundation</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/grameen-foundation/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/grameen-foundation/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 18:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Breaking Through Poverty with Microfinance Grameen foundation yang didirikan Prof. Mahmud Yunus telah membantu banyak penduduk miskin.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=77&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Breaking Through Poverty with Microfinance - Grameen Fdn" href="http://www.youtube.com/watch?v=vx84G59GLJc">Breaking Through Poverty with Microfinance </a></p>
<p>Grameen foundation yang didirikan Prof. Mahmud Yunus telah membantu banyak penduduk miskin.<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/grameen-foundation/"><img src="http://img.youtube.com/vi/s3I9ThVww3k/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=77&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/grameen-foundation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita dosa</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/kita-dosa/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/kita-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 17:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Kita dosa membiarkan orang-orang Mengira mereka bisa berbuat sesukanya Kita dosa tidak mempertahankan hak kita Atas tanah yang diberikan leluhur pada kita Kita dosa membiarkan tanah ini, yang Diperoleh dari tangan penjajah dengan keringat dan darah, dikakangi penjajah-penjajah baru (Ratna Sarumpaet, Marsinah, Nyanyian dari bawah tanah, dalam buku Orang kaya di negeri miskin hal.7)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=74&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita dosa membiarkan orang-orang<br />
Mengira mereka bisa berbuat sesukanya<br />
Kita dosa tidak mempertahankan hak kita<br />
Atas tanah yang diberikan leluhur pada kita<br />
Kita dosa membiarkan tanah ini, yang<br />
Diperoleh dari tangan penjajah dengan keringat</p>
<p>dan darah,</p>
<p>dikakangi penjajah-penjajah baru</p>
<p>(Ratna Sarumpaet, Marsinah, Nyanyian dari bawah tanah, dalam buku Orang kaya di negeri miskin hal.7)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=74&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/kita-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>seumpama bunga</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/seumpama-bunga/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/seumpama-bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 17:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau kehendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya Engkau lebih suka membangun Jalan raya dan pagar besi Seumpama bunga Kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri (Wiji tukul, dalam buku Orang kaya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=71&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;">Seumpama bunga</p>
<p style="text-align:right;">Kami adalah bunga yang tak</p>
<p style="text-align:right;">Kau kehendaki tumbuh</p>
<p style="text-align:right;">Engkau lebih suka membangun</p>
<p style="text-align:right;">Rumah dan merampas tanah</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">Seumpama bunga</p>
<p style="text-align:right;">Kami adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya</p>
<p style="text-align:right;">Engkau lebih suka membangun</p>
<p style="text-align:right;">Jalan raya dan pagar besi</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">Seumpama bunga</p>
<p style="text-align:right;">Kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri</p>
<p style="text-align:right;">(Wiji tukul, dalam buku Orang kaya di Negeri miskin hal.1)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=71&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/seumpama-bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahukah Engkau</title>
		<link>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/tahukah-engkau/</link>
		<comments>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/tahukah-engkau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 17:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamiceconomics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamiceconomics.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Engkau orang yang mendustakan agama? Maka itulah Orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin Maka celakalah orang yang shalat (yaitu)orang yang lalai terhadap salatnya yang berbuat riya&#8217; dan enggan (memberikan)bantuan (QS: Al-Mau&#8217;n, Surat ke 107; Makkiyah: 7 ayat)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=68&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah Engkau orang yang mendustakan agama?</p>
<p>Maka itulah Orang yang menghardik anak yatim</p>
<p>dan tidak mendorong memberi makan orang miskin</p>
<p>Maka celakalah orang yang shalat</p>
<p>(yaitu)orang yang lalai terhadap salatnya</p>
<p>yang berbuat riya&#8217;</p>
<p>dan enggan (memberikan)bantuan</p>
<p>(QS: Al-Mau&#8217;n, Surat ke 107; Makkiyah: 7 ayat)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamiceconomics.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamiceconomics.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamiceconomics.wordpress.com&amp;blog=3970040&amp;post=68&amp;subd=islamiceconomics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamiceconomics.wordpress.com/2008/06/27/tahukah-engkau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f622429d7c3eabe4d784b6912a92359a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamiceconomics</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
